Warga Kota Medan Kesal Tidak Dapat Bantuan Tunai Akibat Pandemi Covid-19

20 May 2020 01:46
Warga Kota Medan Kesal Tidak Dapat Bantuan Tunai Akibat Pandemi Covid-19
Warga Kota Medan Kesal Tidak Dapat Bantuan Tunai Akibat Pandemi Covid-19
.

MEDAN, TRANS89.COM – Suasana di lokasi pembagian bantuan tunai yang di laksanakan di Jalan Bunga rinte mendadak ricuh dan gempar.

Pasalnya, masyarakat Kecamatan Medan Tuntungan mendadak mendatangai lokasi untuk mempertanyakan soal pembagian bantuan tunai tersebut yang terkesan pilih-pilih kasih .

Pada saat pembagian bantuan tunai, sejumlah warga yang mengaku berasal dari Lingkungan 1 Kelurahan Mangga, mengaku tidak ada diberitahukan ataupun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp600 ribu dalam mengahadapi pandemik Covid-19 yang membuat ekonomi mereka surut.

Salah seorang warga Gang Bendungan, Lingkungan 1, Almen Ginting menjelaskan dirinya bekerja sebagai driver online tidak mendapatkan bantuan yang sedang dibagikan saat ini .

“Saya kecewa terhadap Kepala Lingkungan (Kepling) 1 yang di pilih oleh Camat Medan Tuntungan, dikarenakan diduga pilih kasih dalam pendataan dan pengajuan penerima bantuan dari pemerintah. Saya merasa berhak mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah ini karena ekonomi akibat virus corona,” kesal Almen.

Almen kembali meneriakan, akibat pandemi Covid-19 ini, dirinya juga sudah jarang menerima orderan penumpang, namun dia tidak mendapatkan bantuan tersebut.

“Jelas Saya kecawalah, karena saya tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya kan warga Negara Indonesia, kenapa yang lain bisa dapat bantuan, padahal mereka menurut saya tidak pantas mendapatkan, karena mereka masih sanggup membeli kebutuhan hidup mereka, dan kenapa kami yang tidak satu aliran dengan Kepling 1 tidak mendapatkan bantuan ini,” tegas Almen.

Lain halnya dengan seorang pria paruh baya bernama Robet Tarigan, pria yang berprofesi sebagai tukang becak ini mengaku bernasib sama dengan Almen Ginting.

“Saya juga tidak mendapatkan bantuan tunai ini. Saya datang ke sini ingin bertanya kenapa saya tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Apa bedanya saya dengan warga yang mendapatkan bantuan. Saya lebih susah dari mereka. Saya ini tukang becak mengantarkan anak-anak sekolah, namun akibat virus corona ini sekolah diliburkan, jadi saya tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Istri saya sudah sakit selama 5 tahun, kemana saya harus mengadukan hal ini,” ujar Robet.

Salah seorang masyarakat yang mengaku tinggal di Lingkugnan 1 meminta agar Gubernur Sumatera Utara (Sumut) segera memerintahkan Pelaksanatugas (Plt) Walikota Medan untuk mencopot Kepling 1 Kelurahan Mangga yang dinilai pilih kasih dalam pendataan dan penerimaan bantuan tunai dari pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Semenjak Kepling 1 dipilih dan diangkat oleh Camat Medan Tuntungan, diduga banyak permasalahan yang timbul di Lingkungan 1 dan banyak warga yang sepertinya keberatan dengan pengangkatan Kepling tersebut,” ujar warga.

Kepala Trantip Kelurahan Mangga saat yang hadir dilokasi menyarankan agar sejumlah warga yang tidak mendapatkan bantun untuk mempertanyakan ke kantor Walikota Medan.

Lurah Mangga, Wandro Malau saat di konfirmasi tidak dapat menjawab konfirmasi mengenai dugaan pilih kasih Kepling 1 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan dalam mendata ataupun dalam seleksi penerima batuan akibat pandemi Covid-19. (Leo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya