Satuan Reskrim Polres Matra Olah TKP Penemuan Mayat di Kebun Kelapa Sawit Warga di Pasangkayu

01 May 2020 22:02
Satuan Reskrim Polres Matra Olah TKP Penemuan Mayat di Kebun Kelapa Sawit Warga di Pasangkayu
Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Matra melakukan olah TKP penemuan mayat seorang lelaki di perkebunan kelapa sawit di Dusun Jono, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Humas Polres Matra)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Mamuju Utara (Matra) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat seorang lelaki di perkebunan kelapa sawit di Dusun Jono, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (1/5/2020).

Menurut Informasi yang diperoleh dilapangan, pada hari Jumat 1 Mei 2020 sekitar pukul 08.00 WITA, saksi Arpinah warga Jono pergi ke kebun untuk memungut berondolan (buah sawit).

Sekira pukul 09.00 WITA, saksi melihat seseorang tergeletak di tanah dan tidak bergerak, memudian dirinya menghampiri dan melihat dari mulut dan hidung orang tersebut sudah mengeluarkan busa.

Melihat hal tersebut, ia berlari kerumahnya dan menyampaikan ke warga sekitar dan Bhabinkamtibmas Desa Tikke, Brigpol Ardianto kemudian bersama-sama melihat ke TKP lalu melaporkan kejadian ke Polres Matra untuk ditindak lanjuti Satuan Reskrim.

Setelah mendengar informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Matra AKP Pandu Arief Setiawan turun kelapangan bersama Unit Identifikasi Satuan Reskrim dan Tim Jatanras untuk melakukan olah TKP.

Menurut AKP Pandu, saat kami melakukan olah TKP, ditemukannya mayat seorang lelaki yang kemudian diketahui bernama H Patarai (47), petani yang beralamat di Dusun Muhajir, Desa Jengeng, Kecamatan Tikke Raya.

“Disamping jenazah ditemukan 1 buah botol racun tanaman merek gerxone yang tutupnya sudah terbuka dan isinya tinggal sedikit. Selain itu, juga ditemukan 1 buah tutup botol yang berisi serbuk racun hama,” tutur Pandu melalui pres rilis Humas Polres Matra.

Ia mengatakan, setelah melakukan olah TKP, selanjutnya mayat tersebut dievakuasi menggunakan mobil double cabin milik salah seorang warga ke Puskesmas Tikke untuk dilakukan visum et repertum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako Pasangkayu.

“Dari TKP, kami mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 botol racun tanaman merek gerxone, 1 tutup botol berisi serbuk racun hama, 1 bungkus kecil serbuk racun hama primadan 3GR (di temukan 50 meter dari korban), 1 buah parang milik korban (di temukan 50 meter dari mayat, 1 buah topi warna abu-abu milik korban (ditemukan 50 meter dari mayat) dan pakaian serta sepatu boat milik korban,” kata Pandu.

Pandu mengungkapkan, setelah melakukan visum, ternyata hasil visum et repertum tidak ditemukan luka terbuka ataupun luka lebam pada tubuh mayat.

“Busa yang keluar dari hidung dan mulut korban, diduga efek dari keracunan dan dugaan awal saat ini korban meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara meminum racun tanaman dicampur serbuk racun hama (terdapat sisa serbuk racun di sekitar mulut dan dagu mayat),” ungkapnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya