Ini Penjelasan Sekretaris Tim Gugus Tugas Terkait Nasib Mahasiswa Asal Pasangkayu Yang Tidak Mudik

28 April 2020 20:51
Ini Penjelasan Sekretaris Tim Gugus Tugas Terkait Nasib Mahasiswa Asal Pasangkayu Yang Tidak Mudik
Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty pimpin RDP terkait nasib mahasiswa asal Pasangkayu yang tidak mudik berlangsung di ruang Aspirasi DPRD, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Irwan Hamsi/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Terkait pernyataan Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa yang menyebutkan siap menjamin kebutuhan hidup mahasiswa yang berada di rantau asalkan mereka tidak mudik selama pandemi covid-19, kini dipertanyakan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty mengungkapkan saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) bersama sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasangkayu, Firman berlangsung di ruang Aspirasi DPRD, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (28/4/2020).

“Saya meminta kejelasan sejauh mana realisasi terkait kebijakan bupati kepada mahasiswa asal Pasangkayu yang kini berada di luar daerah. Banyak orang tua mahasiswa yang menanyakan ke kami terkait biaya hidup anaknya yang masih diluar daerah,” ungkap Alwiaty.

Ia mengatakan, ini harus menjadi perhatian khusus, ini menjadi tanggungjawab pemerintah, karena mereka (Mahasiswa) tidak pulang ke Pasangkayu sebab patuh terhadap imbauan pemerintah Pasangkayu.

“Sesuai dengan pernyataan Bupati, bahwa pemerintah siap membiayai para mahasiswa, karena sebagian besar orang dalam pengawasan (ODP) di daerahnya adalah mahasiswa yang mudik ke kampung halaman,” kata Alwiaty.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19, Firman, menjelaskan saat ini pemerintah daerah telah melakukan pendataan kepada mahasiswa yang berada diluar daerah.

“Tim sementara melakukan pendataan. Kita sudah meminta kepada semua ketua himpunan mahasiswa yang berada di wilayah atau daerah untuk mendata semua adik-adik mahasiswa yang berada diluar,” jelas Firman.

Lanjut Firman, pemerintah daerah tidak pernah menanggung biaya hidup mahasiswa selama diluar, melainkan hanya akan memberikan bantuan berupa sembako.

“Sedikit saya jelaskan, bahwa pemerintah daerah tidak menanggung biaya hidup adik-adik mahasiswa, melainkan untuk diberikan bantuan sembako selama berada di daerah tempat ia kuliah,” tambah Firman meluruskan terkait para mahasiswa yang tdiak mudik ke Pasangkayu. (Wan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya