Sekda Pasangkayu Pimpin Rapat Pengalokasian Anggaran Penanganan Covid-19, Firman: Refocusing Berdasarkan Formasi 10-4-3

30 April 2020 01:53
Sekda Pasangkayu Pimpin Rapat Pengalokasian Anggaran Penanganan Covid-19, Firman: Refocusing Berdasarkan Formasi 10-4-3
Sekda Kabupaten Pasangkayu sekaligus Ketua TAPD, Firman pimpin rapat pembahasan anggaran penanganan Covid-19 di ruang kerjanya di kantor bupati, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Sekda Kabupaten Pasangkayu sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Firman pimpin rapat pembahasan anggaran penanganan Covid-19 di ruang kerjanya di kantor bupati, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (23/4/2020).

Firman mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 1 tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

“Dalam instruksi itu, pengalokasian anggaran hasil refocusing (fokus kembali) untuk penanganan Covid-19 di masing-masing daerah mesti di fokuskan pada 3 bidang, yakni penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS),” kata Firman.

Menurut dia, di 3 bidang yang dimaksud Kemendagri terdapat beberapa poin kegiatan yang harus dibiayai menggunakan anggaran Covid-19.

“Penanganan kesehatan terdapat sepuluh kegiatan, dampak ekonomi empat kegiatan dan penyediaan JPS tiga kegiatan dan disebut dengan formasi 10-4-3,” tutur Firman.

Ia menjelaskan, sekarang ini kita sedang melakukan rasionalisasi sekaligus finalisasi anggaran Covid-19 hasil refocusing berdasarkan formasi 10-4-3 ini.

“Di bidang penanganan kesehatan ke 10 poin kegiatan yang dibiayai diantaranya penyediaan alat pelindung diri (APD), sarana fasilitas kesehatan, merekrut tenaga kesehatan atau medis yang potensial, pemberian insentif untuk tenaga kesehatan atau medis, serta beberapa kegiatan lainnya,” jelas Firman.

Dirinya menyebutkan, empat kegiatan untuk penanganan dampak ekonomi, yakni pengadaan bahan pangan dan bahan pokok, pemberian insentif berupa pengurangan atau pembebasan pajak daerah, perpanjangan waktu pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan dan perpanjangan kewajiban pembayaran dan bergulir.

“Dua kegiatan lainnya pemberian stimulus berupa penguatan modal usaha kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19, serta penanganan dampak ekonomi lainnya<‘ sebut Firman.

Lanjut Firman, tiga kegiatan penyediaan JPS berupa pemberian hibah atau bantuan sosial (Bansos) dalam bentuk uang atau barang kepada masyarakat miskin dan pekerja informal serta masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial akibat terdampak Covid-19.

“Termasuk untuk fasilitas kesehatan milik masyarakat atau swasta yang ikut serta melakukan penanganan pandemi Covid-19 dan instansi vertikal yang wilayah kerjanya berada dalam daerah bersangkutan untuk mendukung penanganan Covid-19 ini. Kami sekarang juga sedang memfinalisasi data masyarakat penerima bantuan dari 59 desa dan 4 kelurahan di wilayah Kabupaten Pasangkayu,” tambahnya.

Sebelumnya, saat PT Passokorang menyerahkan bantua APD ke Pemda Pasangkayu, Bupati Agus Ambo Djiwa menyampaikan anggaran yang disiapkan Pemda Pasangkayu sebesar Rp112 miliar. (Sarwo/Nis)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya