Tangkal Covid-19, Bupati dan Wakil Pasangkayu Berkeliling Hingga Perbatasan Berikan Himbauan ke Warga

30 April 2020 01:19
Tangkal Covid-19, Bupati dan Wakil Pasangkayu Berkeliling Hingga Perbatasan Berikan Himbauan ke Warga
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa dan Wakil Bupati, Muhammad Saal bersama rombongan Tim Gugus Tugas Covid-19, berikan himbauan kepada masyarakat mulai berkeliling dari kota Pasangkayu sampai perbatasan di Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar dengan Kabupaten Donggala, Sulteng. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa dan Wakil Bupati, Muhammad Saal bersama Forum Komunikasi daerah (Forkopimda) juga Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan corona virus disease (Covid-19), berikan himbauan kepada masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimdan dan Tim gugus Tugas Covid-19 Pasangkayu menghimbau masyarakat mulai berkeliling dari kota Pasangkayu sampai perbatasan di Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (22/4/2020).

Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan sholat Jumat secara berjamaah seperti himbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah tinggal dua hari ini, saya juga meminta masyarakat untuk tidak melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah selama Covid-19 masih mewabah, agar virus ini tidak menyebar dan mengenai diri kita, dan hal itu membahayakan keluarga dan masyarakat disekitar kita,” pinta Agus.

Ia menyampaikan, kesepakatan ini adalah keputusan orang-orang yang menghapal Al-Qur’an dan Hadits, dibandingkan kita ini yang hanya hapal beberapa ayat dan Hadits saja.

“Jadi saya minta, jangan ada yang membangkang dengan arahan dari MUI dan pemerintah ini,” papar Agus bupati dua periode ini.

Dirinya mengatakan, apabila masih ada masyarakat tidak mau mendengar dengan arahan pemerintah, kita pemerintah bersama Kapolres Mamuju Utara (Matra dengan Dandim 1427 Pasangkayu akan melakukan tindakan tegas.

“Bisa melaksanakan sholat di Masjid, itu maksimal lima orang dan itu hanya pengurus Masjid saja, sementara masyarakat tetap melaksanakan sholat dirumah saja,” kata Agus.

Dalam perjalanannya, rombongan bupati dan wakil bupati singgah disalah satu rumah duka di Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu.

Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu serta rombongan melayat dan memberikan sumbangan kepada keluarga almarhum sambil memberikan arahan.

Dalam arahan Wakil Bupati Pasangkayu, Muhammad Saal, menyatakan sekarang ini sudah kita lihat, baik itu di Pasangkayu bahkan dunia, semua terkena serangan virus corona, sehingga berimbas kepada perekonomian.

“Kenapa kita disuruh untuk tidak sholat berjamaah di Masjid, supaya virus yang ada sekarang ini tidak menyebar. Bukan dilarang untuk melaksanakan sholat, tapi dilarang sholat berjamaah, dan ibadah dilakukan dalam rumah saja,” ujar Saal.

Ia mengungkapkan, mati dan hidup itu ketentuan Allah SWT, tapi dengan adanya wabah ini kita dilarang untuk tidak berkumpul.

“Andai kata virus ini seperti Singa, kita bisa lari untuk menghindarinya, tapi virus ini tidak terlihat,” ungkap Saal berikan perumpamaan.

Saal menyebutkan, kenapa kita dilarang untuk sholat di Masjid, sedangkan Madjid Nabawi di Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW untuk sementara ini ditutup, begitu juga Masjidil Haram di Makkah juga ditutup untuk sholat berjamaah.

“Karena kalau ketentuan ini kita langgar, mungkin bisa saya katakan sama hal itu kita mau melakukan bunuh diri,” sebutnya.

Lanjut Saal, jika dibandingkan Masjid-Masjid kita dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, mana yang lebih bagus dan banyak pahalanya jika ditempati sholat?

“Tentu lebih banyak pahalanya sholat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, tapi untuk sementara ini tidak dibuka untuk sholat berjamaah akibat pandemi Covid-19,” tambahnya.

Pada saat bupati dan wakil bupati Pasangkayu memberikan himbauan keliling ke masyarakat, rombongan juga membagikan masker kepada masyarakat di jalan apabila ditemukan belum menggunakan masker.

Saat tiba di Desa Sarude, bupati dan wakil bupati beserta rombongan meninjau Posko Terpadu Pengawasan Covid-19 dengan memberikan pelindung muka kepada petugas jaga perbatasan.

Hadir di giat itu, Kapolres Matra AKBP Leo H Siagian, Kasdim 1427 Pasangkayu Mayor Inf Ismail, Kepala Dinas Kominfo Pers sekaligus juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Covid-19 Pasangkayu Suri Fitriah, Kepala Dinas Kesehatan Samhari, Kapolsek Bambalamotu AKP Abdul Muthalib Carlos, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Pasangkayu Tanwir Miliansyah. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya