Pertamina Pastikan Stok BBM Kalimantan Aman Walau Kilang Minyak Balikpapan Stop Produksi

21 April 2020 14:31
Pertamina Pastikan Stok BBM Kalimantan Aman Walau Kilang Minyak Balikpapan Stop Produksi
Terminal BBM Balikpapan, Kaltim. (Istimewa)
.

BALIKPAPAN, TRANS89.COM – Turunnya harga minyak dunia dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan akibat pandemi virus Corona (COVID-19), membuat perusahaan pengolahan minyak PT Pertamina (Persero) dari hulu hingga hilir memangkas biaya operasional, seperti kilang minyak Balikpapan akan stop produksi mulai 20 April hingga 31 Mei 2020.

Region Manager Communication dan CSR Kalimantan, Roberth Marchelino Verieza, mengatakan akibat COVID-19, Pertamina mengikuti protokol pencegahan, sehingga ada pembatasan seperti kebijakan work from home (WFH) dan physical distancing.

“Meskipun stop produksi, namun pihak Pertamina menjamin pasokan dan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Kalimantan aman, khususnya memasuki bulan suci Ramadhan maupun Idul Fitri,” kata Roberth di Balikpapan, Senin (21/4/2020).

Ia menjelaskan, ketersediaan dalam kondisi full (tangki timbun) sekarang kondisinya aman untuk penyaluran, baik untuk memberikan ke wilayah Kalimantan, bahkan kita mensuplay ke luar Kalimantan.

“Untuk ketersediaan BBM di Kalimantan itu sudah kita siapkan, artinya stok yang ada saat ini sangat cukup dalam rangka mengantisipasi dilakukannya service dan pemeliharaan kilang,” jelas Roberth.

Menurut dia, selain turunnya konsumsi BBM jenis premium, pertalite dan pertamax sekitar 17%, sementara jenis solar, pertadex, dexalite sekitar 3% akibat pandemi Covid-19. Justru berdampak pada pasokan dan stok BBM yang melebihi.

“Ini penurunannya kalau kita bandingkan dengan realisasi (konsumsi) normal di bulan Januari-Februari 2020. Tangki timbun dengan produksi kita yang dilakukan 24 jam, otomatis tanki-tanki timbun itukan tidak semua yang tersalurkan,” tutur Roberth.

Karena itu, dirinya menyampaikan, yang membuat produksi kilang minyak Balikpapan akan distop selama 40 hari sebab tidak tersalurkan, konsumsinya turun, sehingga berbagai hal diperlukan terutama efisiensi dengan dilakukan service dan pemeliharaan.

“Jika pandemi Covid-19 selesai, maka konsumsi BBM di Kalimantan akan kembali Normal. Covid-19 selesai semua akan bekerja kembali, pelaku-pelaku bisnis beroperasi kembali dan itu pasti konsumsi BBM kembali normal,” papar Roberth.

Lanjut Roberth, dalam sehari atau 24 jam, kilang minyak Balikpapan memproduksi BBM hingga 260 ribu barel.

“Kalau terus produksi, sementara konsumsi BBM turun, justru tidak akan tertampung di tangka-tangki timbun yang ada,” tambahnya. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya