Akibat Pandemi Covid-19, KOMKAR Minta Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Prioritaskan Ketahanan Pangan

18 April 2020 21:42
Akibat Pandemi Covid-19, KOMKAR Minta Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Prioritaskan Ketahanan Pangan
Ketua KOMKAR Mamuju, Muh Irfan Herianto. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (KOMKAR) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju agar ketahanan pangan menjadi prioritas di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19).

Ketua KOMKAR Mamuju, Muh Irfan Herianto mengatakan, dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Sulbar khususnya Kabupaten Mamuju, fokus pemerintah semakin intens di genjot untuk memutus mata rantai virus corona, dilihat dari beberapa kebijakan yang di ambil seperti pengalihan anggaran untuk penaganan Covid-19.

“Melihat kondisi ini, kami sangat mengapresiasi pemerintah atas tindakannya ini. Tetapi kita perlu ketahui bersama, akibat dari penyebaran Covid-19 ini, bukan cuma mematikan, tetapi melumpuhkan perekonomian lokal bahkan sampai ekonomi duniapun ikut lumpuh,” kata Irfan di Mamuju, Sabtu (18/4/2020).

Irfan yang juga merupakan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tomakaka (UNIKA) Mamuju menjelaskan, dalam situasi seperti ini, kami meminta kepada pemerintah daerah di Sulbar dan Mamuju untuk lebih memperhatikan posisi pendapatan nelayan dan petani.

“Nelayan dan petani ini perlu perhatian juga, sebab akses pasar hari ini khusus di kabupaten, itu tidak stabil akibat dari penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan stay at home (tinggal dirumah) yang di lakukan oleh pemerintah, ia juga meminta kepada Pemkab Mamuju untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Kami meminta agar ketahana pangan diperkuat dan memastikan harga di pasaran tetap stabil serta memastikan hasil panen petani itu tidak di jual keluar,” ujar Irfan.

Irfan mencontohkan harga gabah petani di Kecamatan Kalukku yang sebagian sedang melakukan panen.

“Ini perlu perhatian untuk mengantisipasi cadangan pangan kita, karena Covid-19 ini kita belum memastikan kapan berakhirnya, di tambah lagi mendekati bulan suci Ramadhan tidak lama lagi,” urai Irfan.

Menurut dia, tentunya pangan menjadi prioritas utama untuk memastikan harga sembako di pasaran tetap dalam keadaan stabil khususnya di Kabupaten Mamuju.

“Kami juga meminta kepada Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, terkhusus Dinas Pertanian dan Perikanan untuk mengalokasikan anggarannya kepada buruh tani dan nelayan kecil, karena dampak dari Covid-19,” tutur Irfan.

Lanjut Irfan, banyak kemudian petani dan nelayan kecil yang ada di pedesaan mengeluh, sedangkan mereka harus tetap bekerja untuk kebutuhan keluarga dan juga orang banyak pada umumnya.

“Karena kita tahu, desa adalah lumbung dan tonggak kehidupan kota, sedangkan petani dan nelayan adalah tonggak perekonomian republik ini,” tambanya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya