Warga Berharap Pejabat di Donggala Sisihkan Gajinya Untuk Penanganan Corona

15 April 2020 01:39
Warga Berharap Pejabat di Donggala Sisihkan Gajinya Untuk Penanganan Corona
Pemerhati sosial di Kabupaten Donggala, Sulteng, Unding Amir. (Enis/Trans89.com)
.

DONGGALA, TRANS89.COM – Semenjak merebaknya pandemi corona virus disease (Covid-19), beberapa pejabat negara di Indonesia menyumbangkan gajinya, seperti pemotongan gaji 50%, 70% hingga 100% perbulannya di sumbangkan untuk penanganan pencegahan wabah Covid-19.

Beberapa pejabat di tanah air yang sempat viral menyumbangkan gajinya selama belum berakhirnya wabah covid-19 ini.

Seperti anggota DPD daerah pemilihan (Dapil) Jakarta Fahira Idris, Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Aras Tammauni, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud, Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan wakilnya Dedi Wahyudi termasuk beberapa Kepala OPD-nya hingga Kepala Desa Talunombo di Jawa Tengah (Jateng) Badarudin, Fraksi Golkar DPRD Bali dan Kabupaten/Kota di Bali, anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), dan banyak lagi lainnya.

Sementara pemerhati sosial di Kabupaten Donggala, Unding Amir meminta kalangan pejabat khususnya anggota DPRD Kabupaten Donggala untuk menyisihkan sebahagian gajinya setiap bulan untuk membantu warga selama wabah virus corona.

“Semoga pejabat kita khususnya anggota DPRD Kabupaten Donggala ini tergerak hatinya untuk melakukan hal yang sama dilakukan para pejabat lainnya yang ada di daerah lain di Indonesia,” pinta Unding di salah satu warkop di kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (14/4/2020).

Menurut dia, para anggota DPRD Donggala, selain mendapatkan gaji, juga mendapatkan tunjangan perumahan Rp5 juta setiap orang.

“Tunjangan perumahan itu berkisar Rp5 juta perbulan. Kalu bisa, mereka para anggota DPRD yang terhormat mengalihkannya untuk penanganan pencegahan Covid-19,” tutur Unding.

Ia menyebutkan, pada umumnya anggota DPRD Donggala ini tidak berdomisili di ibukota Kabupaten Donggala dan hanya 7 orang dari 30 orang anggota DPRD yang tinggal di ibukota Kabupaten Donggala.

“Kalau di totalkan nilainya dalam setahun, total dana tunjangan perumahaan anggota DPRD Donggala sekitar Rp1,8 milyar. Ini sangat besar untuk penanganan Covid-19 khususnya pembelian sembako yang sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi sudah mau memasuki bulan suci Ramadhan,” sebut Unding. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya