Peduli Sesama Disaat Covid-19 Mewabah, Jurnalis di Pasangkayu Berbagi

15 April 2020 23:37
Peduli Sesama Disaat Covid-19 Mewabah, Jurnalis di Pasangkayu Berbagi
Format mendistribukan sembako dan masker ke warga tidak mampu di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Aspar Sapto/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Mewabahnya corona virus disease (Covid-19) melanda Indonesia terkhusus Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), mempengaruhi mata pencaharian warga, karena diharuskan berdiam diri di rumah untuk mencegah penularan virus corona.

Disaat masa paceklik seperti sekarang ini, masyarakat khawatir karena minimnya pendapatan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari harus ditunjang dengan penghasilan memadai, namun pemerintah mengharuskan social distancing (pembatasan sosial) atau physical distancing (jaga jarak fisik).

Melihat kegelisahan warga, para kuli tinta atau para jurnalis yang tergabung di Forum Wartawan Mamuju Utara (Format) Kabupaten Pasangkayu menyisihkan penghasilannya untuk membeli sembako.

Aspar mengatakan, ini para jurnalis menyisihkan pendapatannya untuk dibelanjakan, kemudian diberikan kepada warga yang tidak mampu.

“Saya sebagai dewan penasehat sangat mengapresiasi, karena hari ini rekan-rekan jurnalis yang tergabung di Format, membagikan 100 paket sembako kepada mereka yang ekonomi lemah dan patut diajukan jempol,” kata Aspar di Pasangkayu, Rabu (15/42020).

Menurut dia, bantuan sembako tersebut terdiri dari beras bobot 5 kilogram (kg) sebanyak 100 sak, telur 400 biji serta mie instan 400 bungkus dan itu telah diberikan kepada masyarakat tidak mampu.

“Selain sembako, Format juga membagikan 500 masker, agar masyarakat bisa menggunakannya saat sedang beraktivitas diluar rumah,” tutur Aspar.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi dengan Format setelah mereka memberikan sembako, hal itu mereka lakukan karena lambannya gerakan Pemda Pasangkayu menyentuh rakyatnya dan sejauh ini baru sekedar himbauan yang diberikan kepada masyarakat.

“Berdasarkan penyampaian kepada saya, setiap masyarakat yang mereka datangi itu ditanya, apakah sudah ada bantuan dari pemerintah selama darurat virus corona ini, semua menjawabnya belum ada,” ungkap Aspar.

Aspar menegaskan, pemerintah harus sigap selama darurat Covid -19 terkhusus kebutuhan sembako dan tidak hanya mengandalkan stok di Bulog. Pemda Pasangkayu harus memiliki stok tersendiri mengantisipasi apabila diterapkan lockdown.

“Kebutuhan sembako di Pasangkayu rata-rata impor dari luar daerah. Bagaimana kalau wabah ini semakin menggila penularannya dan mengharuskan akses transportasi ditutup, dari mana kita dapat stok sembako? mengandalkan stok di Bulog itu tidak cukup. Sementara sumber pangan kita di Pasangkayu juga minim, karena luasan persawahan di Pasangkayu masih minim,” tegasnya. (Aspar/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya