Komisi I DPRD Sulbar Sesalkan Pemkab Mamasa Tidak Anggarkan Konsumsi Bagi Petugas Posko Terpadu Covid-19 di Perbatasan

14 April 2020 16:48
Komisi I DPRD Sulbar Sesalkan Pemkab Mamasa Tidak Anggarkan Konsumsi Bagi Petugas Posko Terpadu Covid-19 di Perbatasan
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulbar, Syahrir Hamdani bersama Anggota DPRD Polman Fariduddin Wahid saat lakukan kunjungan di Posko Terpadu Covid-19 Pasapa' Desa Matande, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulbar. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Bekerja 1×24 jam tanpa jaminan konsumsi mungkin hanya terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Ditengah keseriusan pemerintah pusat melakukan penanganan pencegahan pandemi corona virus disease (Covid-19), ada saja hal yang cukup memprihatinkan.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Mamasa yang bekerja siang dan malam menjaga perbatasan agar virus corona tidak menyebar, justru petugas di Posko Terpadu Covid-19 di perbatasan tidak dibekali dengan anggaran konsumsi, sehingga mereka dalam menjalankan tugas membawa bekal dari rumah masing-masing.

Itu terjadi bagi para petugas di Posko Terpadu Covid-19 perbatasan Kabupaten Mamasa-Polewali Mandar (Polman) di Pasapa’ Desa Matande, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulbar, Syahrir Hamdani saat lakukan kunjungan di Posko Terpadu Covid-19 Pasapa’, Selasa (14/4/2020).

“Dari sekian posko penanganan pencegahan Covid-19 yang sempat saya kunjungi, posko perbatasan Kabupaten Mamasa-Polma inilah yang sangat mengherankan. Dimana pemerintah setempat (Pemkab Mamasa) tidak mengalokasikan anggaran konsumsi kepada petugas posko yang berjaga,” ungkap Syahrir.

Menurut dia, hal tersebut diketahuinya setelah para petugas di posko menceritakan ke dirinya, dan melihat kondisi seperti itu, ia mengharapkan adanya kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa.

“Apa salahnya sebagian anggaran dialihkan untuk kebutuhan makan dan minum para petugas jaga seperti posko perbatasan Kabupaten Mamasa-Polman ini. Mereka (petugas posko) ini rela meninggalkan keluarganya demi kepentingan orang banyak,” tutur Syahrir.

Ia menjelalskan, selain itu, mereka rela berhadapan dengan ‘maut’ demi menjaga Kabupaten Mamasa dari serangan virus yang lagi mewabah seantero dunia ini.

“Dari pengabdian dan pengorbanan yang mereka berikan demi orang banyak. Pemerintah seharusnya memberi apresiasi dengan cara meringankan beban para petugas posko dengan menganggarkan makan dan minumnya,” jelas Syahrir.

Dirinya menyampaikan, selain anggaran konsumsi, juga terkait alat pelindung diri (APD) yang sangat terbatas. Untuk itu, ia mengharapkan agar Pemda Mamasa serius memikirkannya.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam waktu dekat ini sesuai Isntruksi Presiden (Inpres) RI, akan meluncurkan anggaran penanggulangan Covid-19 ke seluruh kabupaten yang ada di Sulbar,” papar Syahrir.

Lanjut Syahrir, kami sudah membangun komunikasi dengan Gubernur Sulbar, dalam waktu dekat ini pemprov akan bergerak ke seluruh kabupaten di Sulbar untuk memantau proses penanganan Covid-19, sekaligus mendistribusikan bantuan untuk penanganan dan pencegahan corona.

“Kami sengaja berkeliling Sulbar guna memantau situasi penanganan Covid-19, termasuk memantau beberapa titik di Kabupaten Mamasa,” tambahnya.

Sebelum melanjutkan perjalanannya, anggota DPRD Provinsi Sulbar ini membagikan mie instan, masker dan minuman botol vitamin C kepada petugas Posko Terpadu Covid-19 di Pasapa’. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya