Tangkal Pandemi Covid-19, Sangkurmas Harap Para Sopir Bantu Tim Gugus Tugas Mamasa di Perbatasan

08 April 2020 21:35
Tangkal Pandemi Covid-19, Sangkurmas Harap Para Sopir Bantu Tim Gugus Tugas Mamasa di Perbatasan
Ketua Sangkurmas, Marianus. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Serikat Angkutan Penumpang Sumarorong-Mamasa-Makassar (Sangkurmas) harapkan para sopir angkutan membangun kerjasama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona virus disease (Covid-19) Mamasa yang bertugas di gerbang perbatasan Polewali Mandar (Polman)-Mamasa di Pasapa’.

Pesan tersebut disampaikan langsung Ketua Sangkurmas, Marianus kepada seluruh angkutan penumpang yang bolak balik trayek Mamasa-Sumarorong-Makassar.

“Pesan tersebut disampaikan sekaitan adanya keluhan petugas medis Puskesmas Messawa yang di posting di media sosial (medsos) beberapa hari lalu,” kata Marianus di Mamasa, Rabu (8/4/2020).

Ia bercerita, dalam postingan itu, petugas medis Puskesmas Messawa yang berjaga di perbatasan menyebutkan bahwa minta tolong penumpang dari luar Mamasa yang menuju Mamasa agar bertindak jujur dalam memberi identitas kepada petugas medis.

“Terkadang ada oknum penumpang memberi identitas (nama) palsu, sehingga menyulitkan petugas medis melakukan kunjungan ke tempat domisili penumpang yang dimaksud,” cerita Marianus.

Dirinya menyebutkan, juga kadang kepala desa (Kades) atau Lurah tidak tahu tentang nama warganya ketika petugas medis mendatangi desa/kelurahan untuk melakukan pendataan penduduk yang baru datang dari luar Mamasa.

“Saya selaku Ketua Sangkurmas memiliki beban moral untuk menghimbau para sopir angkutan, sebab informasi tentang penyebaran Covid-19 ini bukan main-main,” sebut Marianus.

Menurut dia, bayangkan jika satu orang penumpang dari luar Mamasa membawa virus, bisa-bisa ribuan orang menjadi korban.

“Olehnya itu, saya mengharapkan kerjasama yang baik antara petugas di perbatasan dengan para sopir angkutan penumpang. Hal tersebut di maksudkan agar petugas medis dalam melakukan pendataan bagi penumpang yang masuk di wilayah Kabupaten Mamasa benar-benar terdata,” tutur Marianus.

Lanjut Marianus, bayangkan jika seorang penumpang memberi nama dan alamat palsu, tentu hal ini menyulitkan petugas medis melakukan upayah pencegahan jika ada penumpang yang mengalami gejala-gejala yang hampir sama dengan gejala virus corona. Dan sekali lagi mengajak para sopir agar menjadi garda terdepan dalam upayah pencegahan penyebaran virus mematikan ini.

“Silahkan cari rejeki sepanjang itu masih diizinkan, namun tetap waspada dan konsisten menjaga Kabupaten Mamasa dari pandemi virus corona. Mari kita bahu membahu demi Mamasa dan keluarga serta masyarakat secara umum,” demikian Marianus. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya