Sekda Mateng Vicon Dengan Mendagri Bahas Penanganan Covid-19

08 April 2020 01:20
Sekda Mateng Vicon Dengan Mendagri Bahas Penanganan Covid-19
Vicon Sekda Kabupaten Mateng, Askary Anwar bersama Mendagri, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri KKP, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMD, Kepala BKPM, Ketua APINDO, Ketua KADIN bersama Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota se Indonesia, berlangsung di ruang rapat Sekda Kabupaten Mateng, Sulbar. (Damone/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – Video conference (Vicon) Sekda Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Askary Anwar bersama Mendagri, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri KKP, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMD, Kepala BKPM, Ketua APINDO, Ketua KADIN bersama Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota se-Indonesia terkait langkah antisipasi dan kebutuhan daerah di bidang perindustrian, perdagangan dan Pangan.

Selain itu, juga membahasa pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan corona virus disease (Covid-19), berlangsung di ruang rapat Sekda Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/4/2020).

Ikut mendampingi Vicon Sekda Mateng Aksary Anwar, Pelaksanatugas (Plt) Asiten Pembangunan Abd Rajab Tanridjalling, Kepala Bappeda Ishaq Yunus, Kepala BPKAD Mansur, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Setya Bero, Direktur RSUD Mateng dr Patunrengi, Sekdis Sosial Akbar As’ad, Sekdis Kominpers Miharsa.

Dalam arahan Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan, kita tahu bahwa virus ini memiliki kekuatan dua hal, yang utama adalah daya tukarnya yang begitu cepat melalui 3 cara yakni percikan, kemudian dari kontak langsung maupun kontak untuk objek dari yang positif dipegang oleh yang negatif.

“Kemudian transmisi melalui air yaitu partikel-partikel pada saat batuk atau bersin yang masih menggantung di udara yang bisa dihirup oleh orang lain, sehingga tidak heran semua negara di dunia kena virus corona,” papar Tito.

Menurut dia, kelemahan dari virus ini berdasarkan penelitian dari China, tidak kuat dengan sabun apapun juga, etanol atau alkohol, disinfketan yang mengandung corin zat pemutih dan lain-lainnya,

“Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu sosial distancing, jaga jarak, menghindari kerumunan dan kegiatan-kegiatan. Semua wajib menggunakan masker, tujuannya satu yakni untuk membendung penyebaran covid-19,” tutur Tito.

Ia menjelaskan untuk memperkuat kekebalan tubuh warga dengan memperkuat kapasitas sistem kesehatan di daerah masing-masing, semua daerah harus siap dan kita harus perang melawan Covid-19.

“Ada dua alat perang yang utama adalah sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan kemudian pangan, karena jika pangan tidak cukup, itu juga akan menimbulkan gangguan sosial keamanan dan lain-lain,” jelas Tito.

Dirinya menyebutkan, kita berada pada posisi dilematis, jika kita mengutamakan menjaga kesehatan publik maka mungkin ekonomi akan dikorbankan begitupun sebaliknya.

“Olehnya itu, kita berusaha untuk mengutamakan kesehatan publik tapi kita tetap menjaga ekonomi, agar tidak jatuh terlalu dalam untuk berperang melawan Covid-19 ini,” sebut Tito.

Lanjut Tito, pemerintah pusat tentu tidak bisa bekerja sendiri, dan diharapkan kepala daerah ambil bagian dalam penanganan covid-19, sebab separuh anggaran APBN itu ditransfer ke daerah, sehingga penanganan Covid 19 ini harus bekerja sama antara pusat dan daerah.

“Daerah juga harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga daerahnya masing-masing, termasuk mencukupi sarana dan prasarana kesehatan. Untuk mengantisipasi lonjakan (pangan) yang paling penting adalah kesiapan pangan itu sendiri,” tambahnya.

Sementara penyampaian Sekda Mateng, Askary Anwar mengatakan, untuk memastikan bagaimana penguatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah, kami menyediakan ruang isolasi terhadap bagi teman-teman yang diduga terpapar atau terjangkit Covid-19.

“Yang paling penting adalah bagaimana realokasi dan refocussing anggaran untuk mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Mateng,” kata Askary.

Lanjut Askary, akibat Covid-19 ini, tentu akan berdampak pada masyarakat, dan untuk itu yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan pangan yang ada di daerah kita.

“Tentu untuk mengisolasi diri maka itu harus dipastikan sembako yang ada di daerah kita terpenuhi dengan baik,” tambahnya. (Damone/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya