Vicon Bupati Pasangkayu Dengan Mendagri Terkait Penanganan Covid-19

29 April 2020 22:24
Vicon Bupati Pasangkayu Dengan Mendagri Terkait Penanganan Covid-19
Vicon Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa bersama Mendagri, Menteri Perindustrian, Mendag, Mentan, Menteri KPP, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMD, Kepala BKPM, Ketua APINDO, Ketua KADIN serta Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota se-Indonesia, berlangsung di ruang kerjanya, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa lakukan video conference (Vicon) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Pertanian (Mentan), Menteri Kelautan dan Perikanan (KPP), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMD, Kepala BKPM, Ketua APINDO, Ketua KADIN serta Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota se-Indonesia.

Vicon tersebut membahas langkah antisipasi dan kebutuhan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pangan dalam percepata pencegahan dan penanganan penyebaran corona virus disease (Covid-19), berlangsung di ruang kerjanya, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/4/2020).

Ikut mendampingi vicon Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Sekda Kabupaten Pasangkayu Firman, Kepala Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Abidin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mulyadi Halim, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Imran Makmur, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informasi, Persandi dan Statistik (Kominfopers) Suri Fitriah.

Dalam arahan Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan, kita tahu bahwa virus ini memiliki kekuatan dua hal, yang utama adalah daya tukarnya yang begitu cepat melalui 3 cara yakni percikan, kemudian dari kontak langsung maupun kontak untuk objek dari yang positif dipegang oleh yang negatif.

“Kemudian transmisi melalui air yaitu partikel-partikel pada saat batuk atau bersin yang masih menggantung di udara yang bisa dihirup oleh orang lain, sehingga tidak heran semua negara di dunia kena virus corona,” papar Tito.

Menurut dia, kelemahan dari virus ini berdasarkan penelitian dari China, tidak kuat dengan sabun apapun juga, etanol atau alkohol, disinfketan yang mengandung corin zat pemutih dan lain-lainnya,

“Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu sosial distancing, jaga jarak, menghindari kerumunan dan kegiatan-kegiatan. Semua wajib menggunakan masker, tujuannya satu yakni untuk membendung penyebaran covid-19,” tutur Tito.

Ia menjelaskan untuk memperkuat kekebalan tubuh warga dengan memperkuat kapasitas sistem kesehatan di daerah masing-masing, semua daerah harus siap dan kita harus perang melawan Covid-19.

“Ada dua alat perang yang utama adalah sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan kemudian pangan, karena jika pangan tidak cukup, itu juga akan menimbulkan gangguan sosial keamanan dan lain-lain,” jelas Tito.

Dirinya menyebutkan, kita berada pada posisi dilematis, jika kita mengutamakan menjaga kesehatan publik maka mungkin ekonomi akan dikorbankan begitupun sebaliknya.

“Olehnya itu, kita berusaha untuk mengutamakan kesehatan publik tapi kita tetap menjaga ekonomi, agar tidak jatuh terlalu dalam untuk berperang melawan Covid-19 ini,” sebut Tito.

Lanjut Tito, pemerintah pusat tentu tidak bisa bekerja sendiri, dan diharapkan kepala daerah ambil bagian dalam penanganan covid-19, sebab separuh anggaran APBN itu ditransfer ke daerah, sehingga penanganan Covid 19 ini harus bekerja sama antara pusat dan daerah.

“Daerah juga harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga daerahnya masing-masing, termasuk mencukupi sarana dan prasarana kesehatan. Untuk mengantisipasi lonjakan (pangan) yang paling penting adalah kesiapan pangan itu sendiri,” tambahnya.

Sementara Bupati Agus Ambo Djiwa menyampaikan, pencegahan virus corona di Kabupaten Pasangkayu terus dilakukan.

“Selain social distancing dan patroli, pemeriksaan di setiap perbatasan, khususnya batas antara Kabupaten Pasangkayu, Sulbar dengan Kabupaten Donggala, Sulteng, itu diperketat,” papar Bupati Agus.

Ia menjelaskan, orang dalam pengawasan (ODP) berjumlah 199 orang, 124 orang sementara proses dan 75 orang telah selesai masa inkubasinya. Dan 1 orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah dirujuk ke RSUD Regional Sulbar di Mamuju.

“Rata-rata yang masuk status ODP ini adalah mahasiswa yang dari luar kota Pasangkayu dan pulang kampung. Jadi saya sudah menghimbau kepada semua mahasiswa yang kuliah di luar, untuk sementara ini tidak pulang kampung dulu,” jelas Agus.

Lanjut Agus, jika mahasiswa ini bersedia tidak pulang kampung, maka Pemda Pasangkayu bersedia menjamin biaya hidupnya selama tiga bulan. Dan sekarang ini Pemda Pasangkayu sedang mencarikan solusi bagi 36 ribu warga tidak mampu jika situasi darurat corona sampai 6 bulan ke depan.

“Solusi tersebut berupa bantuan sembako, ditaksir dana yang dikeluarkan setiap bulannya mencapai Rp1,8 miliar. Kita masih mencari solusi, kira-kira pos anggaran mana yang akan kita ambil. Tapi sekarang ini Pemda sudah menyediakan Rp10,3 miliar untuk tim medis,” tambahnya. (Sarwo/Nis)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya