Sekolah Binaaan Yayasan Astra Agro di PT Pasangkayu Lakukan Proses Belajar di Rumah

31 March 2020 20:47
Sekolah Binaaan Yayasan Astra Agro di PT Pasangkayu Lakukan Proses Belajar di Rumah
Sekolah binaan Yayasan Astra Agro Lestari yang berada di wilayah perusahaan PT Pasangkayu di Desa Gunung Sari, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, mulai dari jenjang TK, SD dan SMP turut meliburkan siswanya dan melakukan sistem belajar di rumah. (Ansar/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Menindaklanjuti surat edaran (SE) Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa tentang meliburkan siswa pada jenjang PAUD/TK, SD/Mi, SMP/MTsN selama 14 hari dan penerapan sistem belajar di rumah dalam rangka pencegahan penyebaran coronavirus disease (Covid-19) di wilayah Kabupaten Pasangkayu, maka pihak sekolah di binaan PT Pasangkayu menidnaklanjut SE Bupati tersebut.

Sekolah binaan Yayasan Astra Agro Lestari (AAL) yang berada di wilayah perusahaan PT Pasangkayu di Desa Gunung Sari, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), mulai dari jenjang TK, SD dan SMP turut meliburkan siswanya dan melakukan sistem belajar di rumah.

“Masa belajar dari rumah yang sebelumnya berlangsung hingga 31 Maret 2020, telah diperpanjang mulai 1 April hingga 16 April 2020 mendatang,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SD PT Pasangkayu, Ahmad, Selasa (31/3/2020).

Menurut dia, dalam kebijakan anak sekolah belajar di rumah ini, siswa diberi tugas sesuai dengan program pembelajaran.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh orang tua dan wali murid agar koorperatif dengan ikut mengawasi, memantau dan mendampingi peserta didik selama kegiatan belajar di rumah dilaksanakan,” tutur Ahmad.

Ia menjelaskan, selama proses belajar mengajar (PBM) di rumah dilaksanakan, selain pengawasan dari orang tua, para guru, baik guru TK, SD dan guru SMP juga turut memberikan pengawasan dan pemantauan langsung kepada para siswa.

“Tidak hanya itu, guru pembina sekolah PT Pasangkayu, Kartina juga turut memberikan pengawasan ke siswa,” jelas Ahmad.

Dirinya menyampaikan, kegiatan belajar siswa dilaksanakan di tempat penitipan anak (TPA) ditiap paguyuban yang ada di perusahaan, tiap hari guru-guru bergantian mendatangi tiap-tiap paguyuban dalam melakukan pendampingan belajar di rumah.

“Selain proses belajar mengajar dilakukan, para guru pendamping juga turut menyampaikan edukasi tentang bahaya virus corona dan cara pencegahannya kepada para siswa,” papar Ahamd.

Lanjut Ahmad, para guru pendamping juga mensosialisasikan cara untuk cuci tangan sesuai 6 langkah WHO setelah beraktivitas dan saat akan makan, dalam memakai masker bagi orang yang sedang sakit dan etika bersin atau batuk di tempat umum, serta dilakukan penempelan poster-poster mengenai wabah Covid-19 ini.

“Dalam memberikan sosialisasi kepada para siswa, guru pendamping juga menggunakan media elektronik, seperti handpone untuk menyampaikan bahayanya virus corona,” urai Ahmad.

Baik guru pembina sekolah PT Pasangkayu Kartina, Kepsek SMP PT Pasangkayu Herman Tahidu, Kepsek SD PT Pasangkayu Ahmad dan Kepsek TK Bina Pertiwi Martina Bangun, sepakat menyampaikan selama belajar di rumah anak-anak usia sekolah dilarang berkumpul di keramaian dan beraktivitas diluar rumah.

“Tak hanya itu, menunda kegiatan untuk mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar instansi dan satuan pendidikan seperti seminar, studi wisata, berkemah dan kegiatan sejenis lainnya. Dalam pelaksanaannya seluruh stakeholder pendidikan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” imbuh Kartina. (Ansar/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya