Istilah Social Distancing dan Pengimplementasiannya di Masyarakat

29 March 2020 14:26
Istilah Social Distancing dan Pengimplementasiannya di Masyarakat
Ilustrasi social distancing. (Net)
.

Oleh : Angelina Nadya Haryanto

MEWABAHNYA virus corona atau corona virus disease (Covid-19) di Indonesia maupun beberapa negara di dunia ini membuat pemerintah pusat hingga daerah melakukan tindakan untuk menanggapi virus ini.

Hal ini bertujuan karena virus ini cepat menyebar sehingga menjangkiti masyarakat. Untuk itu, pemerintah Indonesia memberlakukan social distancing (pembatasan sosial) dan baru-baru ini diubah dengan istilah physical distancing (jaga jarak fisik) dalam pencegahan penularan virus Covid-19.

Apabila dikutip dari berbagai sumber, social distancing sendiri merupakan beberapa tindakan atau aktivitas yang bertujuan untuk mencegah penularan dengan menghindari kontak langsung beberapa jarak dari yang orang sakit kepada yang tidak sakit. Tindakan ini sudah dilakukan sekitar sepekan belakangan.

Untuk saat ini, social distancing sendiri dianggap sebagai pilihan terbaik dalam memperlambat serta mengurasi risiko penyebaran Covid-19, karena virus ini menular dari manusia ke manusia melalui droplet atau partikel air liur ketika penderita bersin atau batuk.

Di Kota Wuhan, China sendiri, negara yang menjadi awal penyebaran virus corona ini telah melakukan social distancing. Termasuk di beberapa negara sudah mulai melakukan cara ini sebagai bentuk pencegahan virus ini, salah satunya di Amerika Serikat (AS).

Secara simplenya, sosial distancing ini seperti menghindari tempat-tempat yang ramai, menjaga jarak 1-2 meter antar masyarakat, serta menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Berikut beberapa bentuk implementasi dalam praktik social distancing teruntuk bagi masyarakat yang belum mengerti; Pertama, menghindari tempat-tempat ramai kerumunan. Mendatangi tempat ramai atau kerumunan dianggap membuat cepatnya proses penyebarana dari virus ini. Untuk itu, perlu menghindari tempat-tempat ramai sampai Covid-19 ini mereda. Ini dilakukan sebagai bentuk social distancing. Contoh, tempat ramai kerumunan seperti tempat wisata atau cafe dan acara konser.

Kedua, mengurangi kontak langsung dengan orang lain. Bentuk mengurangi kontak langsungnya seperti bersentuhan atau terlalu berdekatan dengan orang lain. Sebab kita tidak tahu siapa orang yang sedang sakit atau terpapar Covid-19, sehingga dapat menularkan virus tersebut ketika melakukan kontak.

Ketiga, mengurangi aktivitas biasa yang menganjurkan untuk keluar rumah. Aktivitas di luar rumah seperti bekerja, sekolah atau pun hanya sekedar jalan-jalan pasti sulit untuk dihindari. Teruntuk bagi beberapa orang yang sudah terbiasa melakukan itu di setiap harinya. Untuk itu, mulailah bekerja atau melakukan ibadah dari rumah. Atau istilah yang sekarang digunakan adalah work from home (bekerja dari rumah. Dibeberapa tempat kerja sudah mulai melakukan hal tersebut.

Keempat, berjemur di bawah sinar matahari. Menghindari tempat lembab dan berjemur di bawah matahari juga menjadi bentuk implementasi dari social distancing. Virus corona sendiri dapat muncul karena tempat yang lembab serta dingin. Untuk itu, sebagai penangkal, hal tersebut dianjurkan berada di bawah sinar matahari. Cukup dibutuhkan waktu 5-10 menit dalam sehari berada di bawah sinar matahari. Sedangkan waktu yang cocok melakukannya itu berkisar di atas pukul 09.00 pagi. Dikarenakan sinar matahari sangat baik untuk tubuh kita.

Adanya social distancing ini mempunyai dampak positif juga bagi masyarakat. Selain dari pencegahan tertularnya virus, dampaknya adalah masyarakat jadi punya waktu istirahat lebih banyak di rumah.

Tak hanya itu, manfaat lainnya seperti dapat melakukan banyak aktivitas positif, salah satunya olah raga. Untuk itu, sangat banyak sekali hal-hal positif yang dapat kita lakukan di rumah.

Melakukan social distancing seperti di atas memang tidaklah mudah, karena dikatakan kita belum pernah melakukan ini sebelumnya. Apalagi bagi masyarakat yang memang sudah terbiasa berakvitas setiap harinya di luar rumah.

Namun adanya praktik ini, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran dalam mengimplementasikannya.

Hal ini dilakukan paling tidak hanya sampai masalah wabah Covid-19 ini mereda. Agar tidak lagi memunculkan kerisauan atau kepanikan masyarakat dunia.

Mari kita ikuti himbauan dan aturan pemerintah serta pola hidup sehat, agar tidak terjangkit penyakit virus corona, seperti;
1. Rajin mencuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun
2. Gunakan masker jika batuk dan bersin
3. Biasakan membuang tissue yang sudah dipakai pada tempat tong sampah yang sudah disediakan
4. Masak daging, telur dan ikan sampai matang
5. Sebisa mungkin hindari tempat yang ramai dan padat. (*)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya