Tenaga Medis Rapid Test Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi

26 March 2020 02:01
Tenaga Medis Rapid Test Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi
Pemkot Bekasi laksanakan pengambilan darah dalam rangka rapid test Covid-19 bagi para tenaga medi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jabar. (Arief Djumadi/Trans89.com)
.

BEKASI, TRANS89.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi laksanakan pengambilan darah dalam rangka rapid test corona virus disease (Covid-19) bagi para tenaga medis yang diikuti sekitar 250 orang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Rabu (25/3/2020).

Ada beberapa kategori dalam penanganan rapid test kedepan, terutama orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), paramedis, camat, lurah, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Namun di Stadion Patriot ini khusus para tenaga medis seluruh puskesmas, dan rumah sakit yang ada di Kota Bekasi.

Penyampaian Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, tugas kita untuk melaksanakan pemeriksaan kepada masyarakat terkait dengan adanya virus corona, dan hari ini untuk penjagaan serta pertama kita akan pemeriksaan seluruh teman-teman yang akan melaksanakan tugas sebagai tenaga medis.

“Oleh karena itu, kita berdoa untuk semuanya, mudah-mudahan ini menjadi bagian tugas dari kita semua sebagai masyarakat dan kita sama-sama berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum melaksanakan tugas,” kata Tanti.

Menurut dia, kegiatan awal adalah pemeriksaan teman-teman tenaga medis dan sebelum diperiksa serta sebelum memeriksa, maka akan diberikan oleh dokter spesialis paru di mana ini dan percepatan waktu juga menjadi perhitungan, pertimbangan dari pada teman-teman, sehingga temen-temen tidak kelelahan.

“Untuk melakukan pemeriksaan kita siapkan 30 meja dan kursi, sedangkan untuk betnya sudah di siapakan kurang 50 buah. Teman-teman petugas lainnya, semuanya mari kita sama-sama berdoa. Saya yakin, kita semua teman-teman yang melaksanakan tugas untuk masyarakat, mudah-mudahan teman-teman dengan keikhlasan bekerja betul-betul serius, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat Kota Bekasi,” tutur Tanti.

Selanjutnya Sepesialis Paru-paru RSUD Kota Bekasi, Abat menjelaskan, tujuan pemeriksaan hari ini adalah untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen, antibodi akan timbul bila seseorang terjangkit oleh penyakit apapun, juga bisa menggunakan dua metode pengambilan bahan, yang pertama adalah dengan menggunakan darah vena.

“Untuk teman-teman tenaga medis, kalian semua sudah pernah melakukan pemeriksaan pengambilan darah, jadi kita mulai dengan persiapan bagaimana kita mempersiapkan diri,” jelas Aba.

Ia mengatakan, selalu ingat, kita di laboratorium adalah semua yang datang itu adalah infeksius, jadi harus melakukan universal yang menggunakan alat pelindung diri (APD), mulai dari masker.

“Sudah saya jelaskan tadi, saya lihat dulu apa yang kita ambil bagian di mana, kita mau ambil seperti apa, kalau enggak juga pindah tempat. Jangan memaksakan karena kita harus berusaha, jangan lupa lakukan desinfeksi, kemudian pasang, kalau nggak kelihatan jangan lupa jangan terlalu lama,” kata Aba.

Kemudian Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan, kalau rakyat sudah bayar pajak namun kita tidak bisa memenuhi harapannya dalam kondisi seperti ini, kita takut siapa yang rusak, siapa yang mempertanggungjawabkan kepentingan rakyat.

“Saya minta tim medis, teman kita yang akan melakukan analisis pengambilan sampel darah dengan dinyatakan selesai menurut jadwal hasil kalkulasi, Insya Allah paling lambat besok jam 11 sudah selesai,” papar Rahmat.

Dirinya menyebutkan, mereka (tim medis) hari ini habis makan siang, mereka turun ke lapangan, kalian pakai sarung tangan, kalian pakai masker, kalian pakai fasilitas yang ada, kalian kawan siang ini, mereka diberikan makan karena siang ini tadi mereka habis melakukan pelatihan dan simulasi ke tempat-tempat yang dinyatakan ditracking.

“Memenuhi syarat untuk ditest, tolong nanti sore sudah dibagi dalam tiga wilayah, sediakan makan malamnya walaupun mungkin selesainya sekitar jam 6 besok pagi, mereka juga bekerja tak kenal waktu untuk masyarakat siapa saja,” sebut Rahmat.

Lanjut Rahmat, ulama, pendeta, siapa saja tokoh masyarakat, siapa saja orang-orang yang punya hubungan interaksi banyak di masyarakat itu tugas kita, itu tugas kalian, dan harus kita pakai standar minta sama Dinkes masker, sarung tangan, jarak dijaga dan didampingi oleh Muspika.

“Kalian didengar oleh masyarakat, para teman-teman yang sekarang ini mengorbankan waktu yang langsung berhadapan dengan orang yang dinyatakan maupun juga tracking. Tolong kalian jaga diri kalian, jangan sampai ada hal-hal yang tidak bisa menjaga diri,” pesan Rahmat. (Arief/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya