Aksi Spontanitas Karyawan PT BIK di Magetan Hingga Larut Malam, Tuntut Pembayaran Gaji 100%

26 March 2020 01:56
Aksi Spontanitas Karyawan PT BIK di Magetan Hingga Larut Malam, Tuntut Pembayaran Gaji 100%
Aksi spontanitas karyawan PT BIK menolak untuk pembayaran gaji hanya 50%, berlangsung di halaman perusahaan PT BIK merupakan perusahan pembuat baju dalam wanita di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)
.

MAGETAN, TRANS89.COM – Aksi spontanitas karyawan PT Bintang Inti Karya (BIK) menolak untuk pembayaran gaji hanya 50% tanpa adanya musyawarah antara pihak perusahaan dengan karyawan.

Aksi mulai sekitar pukul 16.30 hingga 23.00 WIB, diikuti sekitar 2.800 orang dipimpin Bajuri, berlangsung di halaman perusahaan PT BIK merupakan perusahan pembuat baju dalam wanita di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (24/3/2020).

Sekitar pukul 16.30 WIB, karyawan PT BIK mengambil gaji bulan Februari yang sudah di atur oleh pihak perusahaan secara bergantian, namun dalam pengambilan gaji tersebut, gaji para karyawan hanya diberikan 50% oleh perusahaan dengan alasan perusahaan lagi krisis akibat penyebaran virus corona, sehingga perusahaan tidak bisa produksi dengan penuh.

Pukul 18.00 WIB, seluruh karyawan PT BIK keluar dari tempat kerja dan berkumpul jadi satu di halaman perusahaan PT BIK untuk menuntut supaya gaji bulan Februari diberikan penuh, yang mana gaji tersebut seharusnya di bayarkan pada tanggal 11 Maret, namun diundur hingga tanggal 23 Maret 2020 dan yang diberikan hanya 50%.

Selanjutnya seluruh karyawan PT BIK melakukan aksi secara spontanitas dengan membakar sampah dan tong sampah di depan kantor manajer PT BIK, karena keinginan karyawan untuk bertemu dengan pimpinan perusahan tidak ditanggapi.

Tidak lama kemudian, Kapolsek Barat AKP Budi menemui karyawan untuk meminta perwakilan 20 orang untuk dipertemukan dengan pimpinan perusahaan.

Dilaksanakan mediasi antara karyawan dengan pimpinan perusahaan dihadiri Kapolres Magetan AKPB Festo Ari Permana, Wakapolres Magetan Kompol Dadang, Komisi A DPRD Magetan Suwarno dan Joko Suyono, Kabag Ops Polres Magetan Kompol Agus Suharyono, Camat Barat Yok Sujarwaji, Kapolsek Barat AKP Budi, Danramil 0804-08 Barat Kapt Inf Kiswanto, Manejer PT BIK Hidayat, perwakilan Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Magetan.

Penyampaian Manejer PT BIK, Hidayat mengatakan, dirinya mewakili perusahaan, bahwa dengan terjadinya wabah penyebaran Covid-19 sangat berdampak terhadap perusahaan, sehingga berdampak kepada keuangan perusahaan.

“Dampak lain disebabkan karena perusahaan tidak bisa mengekspor dan mengimpor barang ke luar negeri. untuk bahan baku banyak yang didatangkan dari negara Cina,” kata Hidayat.

Menurut dia, untuk pengiriman barang ke negara Eropa sudah tidak bisa masuk, kecuali hanya bahan makanan, sedangkan untuk garmen stop, sehingga perusahaan tidak mendapatkan dana dari penjualan.

” Dengan adanya kendala dilapangan tersebut, sehingga perusahaan untuk membayar gaji karyawan bulan Februari yang seharusnya terbayarkan tanggal 11, terpaksa dibayarkan pada tanggal 23 Maret 2020 dan perusahaan hanya bisa membayar gaji karyawan sebesar 50%,” tutur Hidayat.

Ia menyebutkan, dari perusahaan memohon pengertian dari para karyawan yang mana dengan kondisi dan situasi mohon kerjasamanya.

“Perusahaan berjanji, kalau situasi sudah normal, perusahaan akan memberikan gaji penuh kepada karyawan,” sebut Hidayat.

Perwakilan Karyawan, Bajuri menjelaskan, perusahaan meminta karyawan untuk mengerti, akan tetapi apakah perusahaan mau mengerti tentang kondisi semua karyawan.

“Kami tetap menuntut perusahaan supaya memberikan gaji penuh. Kalau tidak diberikan, karyawan akan tetap menagih sisa gaji yang 50%,” jelas Bajuri.

Dirinya mengatakan, karyawan hanya bekerja dan karyawan tidak mau tahu apakah perusahaan rugi apa tidak.

“Sebenarnya karyawan sudah lama kecewa dengan perusahaan, karena banyak hak-hak dari karyawan yang tidak dipenuhi, seperti tunjangan hari raya (THR), uang cuti hamil dan pemutusan kerja secara sepihak,” kata Bajuri.

Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana menyampaikan, untuk saat ini situasi tidak menentu, sehingga tidak ada yang bisa memaksa hak-hak karyawan untuk tidak dipenuhi.

“Tetap tenang dan jaga kondusifitas. Kami dari Polres akan memfasilitasi dan akan memberikan pengertian kepada perusahan supaya memberikan gaji penuh,” papar Festo.

Perwakilan Disnakertrans Magetan, Singgih menjelaskan, Disnaker sudah menerima laporan dari perusahaan bahwa perusahaan tidak bisa produksi, karena tidak bisa mendapatkan bahan baku dari Cina.

“Kepada karyawan jangan khawatir apabila hak gaji karyawan tidak terbayarkan, karena karyawan telah dilindungi dengan hukum dan jangan takut untuk melaporkan kepada Disnaker apabila ada permasalahan dengan perusahaan,” jelas Singgi.

Anggota Komisi A DPRD Magetan, Suwarno mengatakan, menurut kami sesuai Undang-Undang (UU) dari Disnaker, perusahaan ini sudah melanggar UU ketenagakerjaan.

“Kepada pimpinan perusahaan untuk supaya mengerti tugas dan tanggungjawabnya sebagai manajer, kalau tidak bisa mengambil keputusan bila permasalahan ini dilimpahkan ke Jakarta, ini masalah dilimpahkan kepada siapa, tolong diperjelas lagi,” tanya Suwarno.

Media selesai, Kapolres menemui para karyawan dan menghimbau supaya para karyawan segera membubarkan diri, karena hasil kesepakatan perwakilan dari karyawan akan bertemu di Disnaker Magetan pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2020.

Sementara Bupati Magetan Suprawoto bersama Dandim 0804 Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy tiba di kantor PT BIK, selanjutnya Bupati Magetan berkomunikasi dengan pihak perusahaan terkait kapan rencana pembayaran sisa gaji yang 50%

Selanjutnya Bupati Magetan, Suprawoto menemui para karyawan dan memberikan himbauan, diharpakan untuk pimpinan perusahaan PT BIK segera dan secepat mungkin untuk memenuhi hak-hak karyawan yang belum terpenuhi.

“Dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Magetan, jika perusahaan PT BiIK belum bisa membayarkan sisa gaji karena terkendala dana, maka kami Pemkab Magetan akan menalangi dulu tunggakan gaji yang 50% dan akan dibayar akhir bulan Maret,” ujar Bupati. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya