Terkait Covid-19, KPA Soroti Plt Gubernur Aceh

23 March 2020 21:28
Terkait Covid-19, KPA Soroti Plt Gubernur Aceh
Koordinator Kaukus Peduli Aceh, Muhammad Hasbar Kuba. (Net)
.

BANDA ACEH, TRASN89.COM – Kaukus Peduli Aceh (KPA) angkat bicara terkait ketakutan berlebihan Pelaksanatugas (Plt) Gubernur Aceh bukan membuat warga waspada virus corona tapi membuat masyarakat malah stres dan sengsara.

Hal ini di ungkapkan Koordinator KPA, Muhammad Hasbar Kuba dalam siaran persnya kepada media Trans89.com di ruang Sekretariatnya di Banda Aceh, Senin (23/3/2020).

Ia menjabarkan Plt Gubernur jangan cuma bisanya sosialisasi dan melarang, sementara solusi terkait masker dan hand sanitizer saja tak pernah dipikir oleh pemerintah, termasuk ekonomi sedang tak stabil karena kebijakan pemerintah, harga masker dan hand sanitizer di Aceh selangit dan langka lagi.

“Seharusnya pemerintah berpikir bagaimana hand sanitizer dan masker misalkan bisa dibagi ke masyarakat, atau pemerintah harus berpikir melakukan upaya seperti fogging misalkan, jadi langkahnya harusnya kongkret, cuma bisa seru sana sini, larang ini larang itu,” kata Hasbar.

Tidak hanya itu, menurut dia, pendekatan humanis, lembut dan terstruktur serta tepat sasaran yang selama ini terlihat dari seorang Walikota Banda Aceh akhirnya berubah jadi cara keras, tutup ini tutup itu dengan dalih menangani penyebaran corona virus disease (Covid-19).

“Itu semua dikarenakan intruksi Plt Gubernur Aceh yang sedang dihantui ketakutan luar biasa. Jadi, kalau ada warga yang tidak sesuai silahkan tanyakan ke Plt Gubernur,” tutur Hasbar.

Ia mendukung anggota dewan yang ingin alihkan milyaran rupiah aspirasinya untuk pencegahan corona, namun kita harapkan benar-benar direalisasikan, bukan hanya sekedar cari sensasi agar terlihat peduli, padahal ujung-ujungnya sebatas wacana omong kosong doang.

“Kita tunggulah apa benar omongan pengalihan dana milyaran aspirasi itu untuk penanganan corona, atau cari sensasi dalam momentum belaka agar terlihat peduli, rakyat bisa nilailah nanti,” ujar Hasbar.

Disisi lain, sebut Hasbar, kita lihat dalam kondisi 14 hari ini ekonomi masyarakat akan semakin tidak menentu, kebutuhan pokok dan gizi masyarakat akan menurun.

“Ini perlu dipikirkan pemerintah, karena kalau bisanya cuma buat stres masyarakat dengan larangan-larangan,” sebutnya.

Hasbar menyampaikan, pemerintah perlu pikirkan bagaimana kebutuhan pokok dan gizi masyarakat dapat dioptimalkan dalam rangka meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas masyarakat.

“Misalkan dengan mengantarkan sembako dan makanan bergizi ke rumah-rumah warga atau semacamnya,” paparnya.

Hasbar mengungkapkan, kemudian bagaimana membuat warga bisa tenteram dan tidak stres karena dihantui ketakutan yang diproduksi pemerintah itu, karena kalau masyarakat dibikin stres dan imunitas masyarakat rendah, maka itu lebih rentan diserang penyakit.

“Kita minta semua pihak agar waspadai penggunaan anggaran pemerintah tanpa kejelasan dengan dalih darurat corona, sementara penggunaannya juga tidak menyentuh apa yang dibutuhkan rakyat dalam kondisi darurat ini, akhirnya masyarakat makan seruan dan larangan saja,” ungkapnya.

Lanjut Hasbar, kami khawatir ada udang dibalik batu, sambil menyelam minum air, dalihnya corona, ujung-ujungnya penyelewengan dana tanggap darurat.

“Ini tentu sangat perlu diwaspadai, jangan sampai pemerintah mengambil kesempatan dalam kesempitan rakyat, ini bakal bahaya,” tambahnya. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya