Alat Rapid Test Akan Dibagikan ke Daerah, Tito Keliling Kampanyekan Menangkal Penyebaran Covid-19

22 March 2020 17:04
Alat Rapid Test Akan Dibagikan ke Daerah, Tito Keliling Kampanyekan Menangkal Penyebaran Covid-19
Paparan Mendagri, Tito Karnavian dalam menangkal penyebaran Covid-19 di kantor Gubenru Sumsel di Kota Pekanbaru. (Puspen Kemendagri)
.

PALEMBANG, TRANS89.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, alat rapid tes yang telah didatangkan pemerintah pusat akan dibagikan ke daerah, khusus daerah yang dinilai jadi pusat penyebaran.

Ia mengharapkan, dengan dibagikannya alat rapid test, daerah terdampak bisa dengan cepat menggelar test massal, sehingga laju penyebaran virus corona atau corona virus disease (Covid-19) bisa dibendung.

“Nanti rapid test dari pemerintah pusat akan dibagikan ke daerah untuk melakukan pemeriksaan dengan teknis tertentu,” kata Tito, usai rapat dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru di Palembang, melalui siaran pers Pusat Penerangn (Puspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diteria Redaksi, Sabtu malam (21/3/2020).

Dari situ tutur Tito, juga kita bisa mendapatkan peta bahwa daerah Sumsel ini misalnya apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak.

“Kita berdoa untuk warga Sumsel tidak ada yang terpapar (Covid-19),” tutur Tito.

Seperti diketahui, dalam sepekan ini secara maraton Mendagri Tito Karnavian menyambangi satu per satu provinsi.

Dimulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Banten dan yang terbaru hari Sabtu kemarin datang ke Palembang, Sumsel.

Kedatangan orang nomor satu di Kemendagri ini untuk mengoordinasikan langkah-langkah penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, sehingga antara strategi pusat dan daerah benar-benar sinkron.

“Namun kita harus melakukan langkah-langkah antisipasi lainnya sambil rapid test itu kita tunggu. Perlu kebijakan-kebijakan dalam standarisasi yang sama, baik tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota,” ujar Tito.

Salah satu kegiatan yang sangat penting, kata Tito, adalah kegiatan edukasi kepada masyarakat.

“Warga perlu disadarkan dan mengetahui segala hal terkait dengan Covid-19. Terutama apa saja cara untuk mengantisipasi virus itu (corona) biar tidak tertular,” kata Tito.

Ia menjelaskan, publik mesti disadarkan tentang pentingnya proteksi diri dengan memperkuat kekebalan atau imun tubuh dengan menjaga diri jangan sampai tertular itu adalah poin yang sangat penting.

“Jadi menjaga diri jangan sampai terjadi penularan satu sama lain. Itu menjadi sangat penting, ini bisa dilakukan secara perorangan. Tiap orang memiliki kesadaran dan kemudian melakukan langkah-langkah memproteksi diri sendiri,” jelas Tito.

Dirinya menyampaikan, kesadaran memproteksi diri masing-masing dari serangan virus itu yang paling penting untuk dibangun. Misalnya sambung Tito, rutin cuci tangan dengan sabun dan terdengar sepele memang.

“Tapi kesadaran akan kebersihan dengan cara mencuci tangan ikut menentukan efektivitas dalam membendung penyebaran Covid-19. Karena cuci tangan dengan menggunakan air biasa tidak cukup. Karena sabun itu yang mengandung larutan lemak dan kemudian hand sanitizer, ultraviolet, matahari pagi dan lain-lain,” papar Tito.

Tito menyebutkan, memperkuat daya tahan tubuh sangat penting, ini yang harus terus diingatkan ke masyarakat, karena virus itu bisa mati dengan antibodi yang dimiliki manusia.

“Kekuatan kekebalan tubuh menentukan dalam melawan virus. Bisa dikatakan, imun tubuh adalah obat yang sangat bisa diandalkan di tengah belum diketemukannya vaksin anti Covid-19,” sebut Tito.

Lanjut Tito, ada memang obat dimana beberapa negara sudah ada yang mencoba dengan hasilnya ada yang cukup efektif.

“Mudah-mudah (obat ini) juga bisa bermanfaat bagi kita. Tapi sekali lagi daya tahan tubuh menjadi sangat penting,” katanya.

Intinya, kata Tito, dari sekarang harus dikampanyekan tentang pentingnya olahraga, tapi tetap menjaga social distancing, kemudian yang terpenting juga makan makanan yang sehat bergizi, konsumsi vitamin dan lain-lain.

“Berjemur sinar matahari pagi yang mengandung ultraviolet, karena Covid-19 ini tidak tahan dengan ultraviolet. Termasuk bersih-bersih dengan hand sanitizer, tak berjabat tangan, tak bersentuhan dan jaga jarak 1 meter lebih,” demikian Tito mantan Kapolri ini. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya