Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Virus Corona Sultra Nyatakan Tiga Orang Positif COVID-19

20 March 2020 16:59
Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Virus Corona Sultra Nyatakan Tiga Orang Positif COVID-19
Tim Gugus Tugas percepatan pencegahan penyebaran wabah virus corona atau COVID-19 Provinsi Sultra, gelar konferensi pers menyikapi 3 orang pasien yang dinyatakan positif COVID-19, berlangsung di aula Lakidende Rujab Gubernur Sultra, Jalan Taman Suropati, Kota Kendari. (Anis Hardian/Trans89.com)
.

KENDARI, TRANS89.COM – Tim Gugus Tugas percepatan pencegahan penyebaran wabah virus corona atau corona virus disease (COVID-19) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), gelar konferensi pers menyikapi 3 orang pasien yang dinyatakan positif COVID-19, berlangsung di aula Lakidende rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Jalan Taman Suropati, Kota Kendari, Kamis (19/3/2020).

Hadir di giat tersebut Jur Bicara (Jubir) Tim Gugus percepatan pencegahan COVID-19 Sultra Laode Rabiul Awal, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra Andi Hasna, Kepala Karantina Kesehatan Sultra Laode Hajar, Kadis Kominfo Sultra Saifullah, Ketua IDI Sultra Wayong, Kepal Biro Hukum Setprov Sultra Kamari.

Pernyataan Laode Rabiul Awal membenarkan 3 orang pasien yang sedang dirawat diruang isolasi Rumha Sakit (RS) Bahteramas positif COVID-19.

“Untuk data identitas ke 3 orang tersebut belum bisa disampaikan, nanti akan disampaikan langsung oleh Gubernur Sultra pada saat konferensi pers yang akan dilaksanakan besok,” ujar Laode.

Menurut dia, terkait beredarnya informasi di media sosial (medsos) bahwa terdapat 1 orang warga Kelurahan Kambu, Kota Kendari meninggal dunia akibat terpapar virus corona yang itu tidak benar alias hoax.

“Kondisi saat ini ke 3 pasien yang positif tersebut dalam keadaan baik dan masih di rawat diruang isolasi,” tutur Laode.

Ia menjelaskan, ke 3 orang Ppasien positif tersebut akan dilakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan, serta pasien akan dinyatakan sehat dan bisa dikembalikan apabila telah dilakukan pemeriksaan hasil laboratorium selama 2 kali dinyatakan dengan hasil negatif.

“Para perawat jaga tetap melakukan pengawasan terhadap temperatur suhu tubuh, pernapasan, nadi dan tensi darah pasien yang dilakukan sekali sehari dan lebih apabila ada keluhan dari pasien tidak ada,” jelas Laode. (Anis/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya