Tim Gugus Tugas COVID-19 Majene Rakor Membahas Percepatan Penanganan Virus Corona

20 March 2020 00:42
Tim Gugus Tugas COVID-19 Majene Rakor Membahas Percepatan Penanganan Virus Corona
Tim Gugus Tugas virus corona atau coronavirus disease (COVID-19) laksanakan Rakor untuk membahas langkah-langkah operasional percepatan penanganan wabah penyakit akibat virus corona di ruang rapat wakil bupati, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulbar. (Ibrahim/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Tim Gugus Tugas virus corona atau coronavirus disease (COVID-19) laksanakan rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas langkah-langkah operasional yang akan dilaksanakan Tim Gugus Tugas percepatan penanganan wabah penyakit akibat virus corona.

Rakor tersebut dipimpin langsung Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Majene Ilhamsyah DJ di ruang rapat wakil bupati, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (19/3/2020).

Hadir di giat itu, Asisten II Sekretariad Daerah (Setda) Kabupaten Majene Andi Amran, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, mewakili Dandim 1402 Majene Kapten Inf Wardi, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Majene Rakhmat Malik, Direktur Utama (Dirut) RSUD Majene Yupie Handayani, Kepala Kemenag Majene Adnan Nota, Kadis Kominfo Majene Raffly Noor, Kadis Lingkunga Hidup (LH) Majene Sudirman, para OPD terkait dan camat.

Penyampaian Kadis Kesehatan Majene, Rakhmat Malik mengatakan, akan melakukan penyemprotan desinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di fasilitas-fasilitas umum khusunya di masjid yang ada di Kabupaten Majene, dimana akan melakukan sosialisasi pembuatan handtizer dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar masyarakat.

“Kami tetap memantau serta berkoordinasi terkait apabila ada ditemukan gejala COVID-19 di Majene. Diharapkan pemerintah daerah untuk mendukung cairan desinfektan, dikarenakan desinfektan yang ada di Dinkes Majene masih sangat kurang mencukupi,” kata Rakmat.

Dirut RSUD Majene, Yupie Handayani menjelaskan, terkait kesiapan, pihak RSUD Majene telah menyiapkan sarana dan prasarana terkait apabila ada pasien yang terjangkit COVID-19 di Majene. Dan akan mengeluarkan surat terkait peraturan pembesukan pasien juga membatasi penjaga pasien di RSUD Majene terkait penyebaran COVID-19 di lingkungan RSUD.

“Pihak RSUD Majene akan mengadakan pengecekan suhu badan bagi para pembesuk pasien yang ada di RSUD, guna pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19. Kami selalu menekankan kepada masyarakat dan pengunjung RSUD agar menerapkan hidup sehat,” jelas Yupie.

Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji menyampaikan, kita telah membentuk Gugus Tugas dan kami berharap agar Bupati Majene membuatkan surat keputusan (SK), sehingga kita bisa langsung berbuat sesuai tugas dan tanggungjawab masing-masing.

“Diharapkan semua yang tergabung dalam Gugus Tugas COVID-19 di Majene, bekerja sesuai dengan bagian terkhusus apabila mendapatkan informasi terkait penyebaran COVID-19 agar tidak disebarluaskan, sehingga tidak menjadikan kepanikan di sekitar masyarakat Majene. Khususnya untuk informasi pasien penanganan COVID19 di Majene, agar di tunjuk salah seorang Kadis sebagai juru bicara (Jubir), agar semua masyarakat tidak panik terkait penyebaran virus COVID-19 di Majene,” papar AKBP Irawan.

Mewakili Dandim 1401 Majene, Kapten Inf Wardi mengatakan, masih ditemukan tidak adanya tenaga kesehatan khususnya di Dusun Rate, Kecamatan Pamboang, Majene.

“Diharapkan kepada Dinkes agar memberikan alat pengukur suhu tubuh di tiap-tiap instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Majene,” ata Kapten Wardi.

Kepala Kemenag Majene, Adnan Nota menyebutkan, kami telah membuat surat edaran (SE) untuk memperbanyak doa, memerintahkan kunnut nasilah selama 1 bulan di tiap masjid.

“Kami juga telah menginstruksikan agar mesjid yang ada di Majene untuk sementara ini tidak menggunakan sajada dan karpet yang ada di masjid. Tidak membuat kegaduhan di situasi masyarakat khususnya di Majene dengan menyebarnya berita hoax. Jangan terlalu panik dalam menghadapi perkembangan COVID-19 diwilayah Majene,” sebut Adnan.

Kadis LH Majene, Sudirman mengungkapkan, hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah ada beberapa 89 orang yang bekerja sebagai petugas pembersih agar diberikan alat pelindung diri agar mereka tidak terjangkit penyakit.

“Mengharapkan dibentuk Junir, agar penyebaran informasi berkaitan COVID-19 di Majene. Membentuk tim dan mengharapkan kepada camat agar bekerja dengan maksimal seperti di Kecamatan Tameroddo ada 2 orang warga Jerman yang melakukan penelitian bahasa,” ungkap Sudirman.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Majene, Eva menjelaskan perlunya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene untuk para tenaga medis yang ada di Majene, dikarenakan saat ini pemerintah sibuk mengawasi penyebaran COVID-19, tetapi kurangnya perhatian bagi tenaga medis.

“Perlunya diadakan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat, agar terhindar dari segala bentuk penyakit. Perlunya ada dukungan masker N95 dari Dinkes Majene untuk para tenaga medis yang ada di lapangan sebagai alat perlindungan,” jelas Eva.

Kadis Kominfo Majene, Raffly Noor menyampaikan akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan penyebaran berita hoax terkait COVID-19 di Majene, karena bisa menimbulkan situasi masyarakat yang ada di Majene menjadi panik.

“Mengharapkan kepada masyarakat agar tidak terlalu panik, melainkan tetap waspada terhadap penyebaran COVID-19,” imbuh Raffly. (Ibrahim/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya