Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Penanganan dan Pencegahan COVID-19, Idris: Perlu Percepatan Pembentukan Gugus Tugas

05 August 2020 08:44
Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Penanganan dan Pencegahan COVID-19, Idris: Perlu Percepatan Pembentukan Gugus Tugas
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar pimpin rapat Forkopimda penanganan dan pencegahan virus corona atau COVID-19, berlangsung di ruang rapat lantai II kantor gubernur Sulbar, Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Kabupaten Mamuju. (Humas Pemprov Sulbar)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Ali Baal Masdar (ABM) pimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan dan pencegahan virus corona atau corona virus disease (COVID-19), berlangsung di ruang rapat lantai II kantor gubernur Sulbar, Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Kabupaten Mamuju, Rabu (18/3/2020).

Gubernur Ali Baal Masdar menyampaikan sejumlah himbauan dan langkah- langkah yang harus dilakukan dalam penanganan serta pencegahan terhadap COVID-19.

“Meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penularan virus corona di Sulbar. Larangan para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar untuk sementara tidak melakukan perjalanan luar daerah. Memastikan kesiapan pelayanan pada sarana kesehatan, sesuai protokol medis pencegahan dan penanganan corona. Para petugas kesehatan harus memberi pelayanan sesuai prosedur dengan sikap ramah dan tanpa diskriminasi,” kata ABM melalui pres rilis Humas Pemprov Sulbar.

Selanjutnya, kata ABM, masyarakat diimbau membatasi kegiatan di tempat umum, seperti ditempat-tempat rekreasi atau pusat perbelanjaan dimana para pimpinan lembaga pendidikan di semua tingkatan tetap beraktivitas walau para peserta didik yang sementara diliburkan, namun dalam rangka pengawasan terhadap anak-anak, diperlukan peranan para orang tua.

“Harus dilakukan pemantauan dan pengawasan untuk mencegah jangan terjadi praktik penimbunan barang. Harus sudah tersedia dan gunakan dengan maksimal peralatan pendeteksi suhu badan di bandara, pelabuhan dan di terminal. Semua pihak terkait, baik jajaran Pemprov Sulbar dan Pemkab se-Sulbar, begitupun jajaran TNI/Polri serta instansi vertikal,” ujar ABM.

Ia juga menyampaikan berbagai hal yang perlu dilaksanakan dan melibatkan semua lini sektor, seperti menyediakan cuci tangan di tempat umum setiap instansi, kurangi pertemuan massal, lakukan edukasi serentak melalui radio, tv, buat posko-posko, melakukan zikir dan doa, penjagaan pintu masuk darat maupun di laut, melakukan pemantauan yang ketat terhadap orang-orang yang dari luar daerah dan kapasitas ruangan isolasi diperbesar dan diperlengkap.

“Kita punya tempat isolasi kurang dan kita akan perbanyak lagi, serta perlu mengadakan sosialisasi tata cara penagananan dan pencegahan COVID-19 kepada masyarakat. Semoga 15 hari kedepan, pemerintah pusat memutuskan bahwa situasi sudah aman dan bisa bebas beraktivitas kembali,” papar ABM.

Sementara Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Eko Budi Sampurno mengatakan, pihaknya sudah siapkan APD (Alat Pelindung Diri) sekitar 200 dengan menkontribusikan ke seluruh Polres yang ada di Sulbar/

“Kami juga sudah melatih 100 pasukan untuk penanganan tindakan darurat dengan mendatangi orang yang diduga terkena COVID-19, serta menyiapkan 30% tempat tidur untuk ruangan isolasi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Sulbar. Melayani dan menjaga masyarakat itu sudah komitmen kami,” kata Brigjen Pol Eko.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Darmawel Aswar juga menghimbau agar mengurangi pertemuan di tempat keramaian dan semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap COVID-19.

“Kita perlu edukasi di pelosok-pelosok desa yang tidak masuk jaringan dan cegah COVID-19 dengan cepat,” imbau Darmawel.

Danrem 142/Tatag Sulbar, Kolonel Inf Eventius Teddy Danarto menjelaskan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya posko tersebut.

“Kami sudah membicarakan dan membuat pengumuman cara-cara menangani COVID-19 yang dipasang di semua Kodim se-Sulbar,” jelas Kolonel Eventius.

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim menyebutkan, yang dikaitkan dilini sektor kiranya di memaksimalkan lagi dan sistem informasi juga perlu disusun baik, serta memastikan ruangan isolasi betul-betul standby untuk COVID-19.

“Melalui pertemuan itu, saya menyatakan akan mempercepat anggaran biaya tak terduga (BTT) dan sangat mendukung penyiapan posko-posko untuk penanganan dan pencegahan COVID-19 tersebut,” sebut Rahim.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menyampaikan perlu percepatan pembentukan Gugus Tugas penanganan COVID-19 sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres RI) Nomor 7 Tahun 2020.

“Kita perlu menyiapakan posko siaga darurat COVID-19 dan Gugus Tugas ini adalah harus betul-betul yang kongkrit,” papar Idris.

Ia menghimbau, BTT yang ada di Pemkab dan Pemprov agar dipergunakan dengan baik, serta melakukan inisiatif untuk pencegahan, alternatif rencana aksi jangka pendek.

“Kita butuhkan rangka kerja bersama, kabupaten mempunyai BTT dan kita juga punya BTT senilai 2,5 Milyar, manfaatkan itu dengan baik,”kata Idris

Salah satu penanganan cepat, kata Idris, adalah dengan adanya posko-posko yang bertujuan sebagai perwujudan quick respon pemerintah daerah serta penekanan koordinasi lintas sektor.

“Hal itu agar terjadi sinergitas, keterpaduan, efektif dan efisien dalam langkah pencegahan keadaan tertentu darurat bencana wabah COVID-19,” kata Idris.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulbar, Muhammad Alif Satria menyampaikan data-data dari hasil pantauan terhadap orang-orang yang pernah melakukan perjalanan ke luar daerah di setiap kabupaten di Sulbar.

Lanjut Alif, pertama adalah Mamasa, sebanyak 21 orang yang dipantau, semua dalam keadaan baik-baik saja. Kedua Polewali Mandar (Polman) sebanyak 24 orang, yang sudah dipantau 20 orang dan sementara dipantau empat orang. Ketiga Majene sebanyak 16 orang, selesai pemantauan lima orang dan sementara dipantau sebanyak 11 orang. Keempat Mamuju, satu orang dipantau dan sudah selesai, keadaannya baik-baik saja. Kelima Mamuju Tengah (Mateng) sebanyak 35 orang, yang sudah dipantau 34 orang dan sisanya sementara dipantau, dan keenam Pasangkayu sebanyak 3 orang, selesai pemantauan dua orang dan sisanya masih sementara dipantau.

“Ini adalah hasil tim kerja peninjauan di 30 Januari. Kami berterimakasih kepada Polda atas kerjasama dan koordinasi dengan memberikan laporan-laporan yang ada,” ucap Alif.

Direktur Rumah Sakit (RS) Regional Sulbar, Indahwati Nursyamsi menyatakan, sebaiknya biasakan cuci tangan atau memakai hand senitizer seperti di terminal sebelum naik Bus atau dari Bus yang dijaga oleh TNI dan Polri.

“Yang masuk di RS itu sudah dibudayakan dahulukan memakai hand senitizer atau mencuci tangan dengan sabun. Hal itu perlu juga dilakukan di terminal,” ujar Indah.

Lanjut Indah, terkait ruangan isolasi, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak tiga ruangan yang dilengkapi AC difilter.

“Kami siapkan tiga AC difilter, supaya ruangan isolasi ini betul-betul tidak mengeluarkan virus Covid-19. Untuk alat-alat tersebut kami sudah lakukan pergeseran-pergeseran anggaran,” tambanya. (Ilham/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya