Corona Mewabah, Pemkab Mamuju Lakukan Langkah Taktis Semua OPD Buat SOP

20 March 2020 00:48
Corona Mewabah, Pemkab Mamuju Lakukan Langkah Taktis Semua OPD Buat SOP
RSUD Mamuju telah mengambil langkah taktis untuk berjaga-jaga terhadap adanya pasien yang nantinya memiliki gejala virus corona dengan menyiapkan ruang khusus isolasi transit. (Humas Pemkab Mamuju)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Meski belum adanya laporan indikasi kasus virus corona atau coronavirus disease (COVID-19), namun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamuju lebih memilih mengambil langkah antisipasi.

Usai menerima instruksi sekaligus surat edaran (SE) Bupati Mamuju Habsi Wahid, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Mamuju langsung bergerak cepat menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) sekaitan tugas masing-masing.

Langkah yang paling sederhana telah diperlihatkan dengan SOP itu penyiapan cairan anti septik dan sarana cuci tangan di semua kantor pemerintahan, sehingga tiap kunjungan masyarakat ataupun aktivitas pegawai tetap dilakukan langkah sterilisasi.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid yang memantau tiap langkah bawahannya, baik secara langsung maupun melalui group whatsapp (WA), terus menghimbau agar semua unit pelayanan menyiapkan sarana cuci tangan dan cairan anti septik meskipun dengan peralatan sederhana.

“Hasilnya dapat dilihat, semua OPD terlihat telah bersama-sama melakukan hal tersebut. Dengan langkah kecil itu diharapkan dapat meminimalisir potensi penyebaran COVID-19,” kata Habsi di Mamuju melalu pres rilis Humas Pemkab Mamuju, Selasa (17/3/2020).

Sementara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju dipastikan pula telah mengambil langkah-langkah taktis untuk berjaga-jaga terhadap adanya pasien yang nantinya memiliki gejala serupa virus corona dengan menyiapkan ruang khusus isolasi transit.

Kepala RSUD Mamuju, Titin mengaku telah menyiapkan SOP khusus bagi pasien yang memiki gejala mirip terinveksi virus corona, utamanya yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri atau luar daerah yang telah terpapar Covid-19.

“Pasien yang sebelumnya dalam status orang dalam pemantauan (ODP) jika gejalanya terus meningkat, maka statusnya akan naik menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), dalam kondisi inilah pasien tersebut harus segera di rujuk ke RS rujukan,” ujar Titin.

Meski mengakui ruang transit isolasi masih minim peralatan, namun pihak RSUD Mamuju telah membuat proposal yang ditujukan kepada Bupati untuk sesegera mungkin dapat mengalokasikan pembelian alat medis habis pakai (AMHP) dan alat alat pelindung diri (ADP) serta alat teknis kesehatan lainnya.

“Seperti alat termal scan (pengukur suhu tubuh), sehingga ruang yang memuat tiga bangsal tersebut dapat benar-benar dimaksimalkan. Tadi pak Bupati sempat datang kesini (RSUD,red) dan sempat menanyakan soal proposal itu, dan kami sudah masukkan. Saya berharap agar ruang isolasi tersebut tidak perlu digunakan,” sebut Titin. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya