Bupati Pimpin Rakor Perumusan Kewaspadaan dan Penanganan Virus Corona di Wilayah Pasangkayu

31 March 2020 00:59
Bupati Pimpin Rakor Perumusan Kewaspadaan dan Penanganan Virus Corona di Wilayah Pasangkayu
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa pimpim Rakor Forkopimda dengan agenda perumusan kewaspadaan dan penanganan terhadap penularan virus corona di wilayah Kabupaten Pasangkayu, berlangsung di pendopo Rujab bupati, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa pimpim rapat koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan agenda perumusan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan penanganan terhadap penularan virus corona atau dikenal juga dengan nama coronavirus disease (COVID-19) di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Rakor tersebut dihadiri sekitar 80 orang peserta berlangsung di pendopo rumah jabatan (Rujab) bupati, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (15/3/2020) malam.

Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwo mengatakan, rapat ini menindaklanjuti radiogram Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Nomor 443.1/2130/SJ, tanggal 9 Maret 2020, perihal antisipasi dan pencegahan isu infeksi COVID-19.

“Membentuk Tim Gugus Pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dan dalam rapat ini kita membicarakan terkait anggaran yang dapat digunakan,” kata Bupati Agus.

Menurut dia, penularan virus corona sangat luar biasa, maka dari pihak perusahaan terutama pelabuhan apabila ada kapal yang berlabuh agar diantisipasi para anak buah kapal (ABK) yang hendak naik ke darat.

“Kota Palu, Sulawesi tengah (Sulteng) sudah ada 2 orang yang positif terkena virus corona. Maka kita harus dengan cepat mengantisipasinya, apalagi daerah kita ini merupakan perlintasan melalui jalur transportasi darat,” tutur Agus.

Ia menjelaskan, agar membuat spanduk atau benner di jalan atau kantor terkait pencegahan dampak dari virus corona agar masyarakat mengetahui untuk terhindar virus corona.

“Mulai besok, Senin Tanggal 16 Maret 2020, agar para camat membuat edaran sampai ke desa-desa untuk melaksanakan pembersihan di daerah masing-masing untuk terhindar dari virus corona,” jelas Agus.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri *Kajari) Pasangkayu, Imam Sidabutar menyampaikan, sepengetahuan kita Sulbar belum terdeteksi, namun tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada yang terjangkit virus corona tersebut dan ini perlu deteksi dini.

“Kesiapan khususnya Rumah Sakit (RS) harus dipersiapkan lebih awal, sebab jika ada yang terjangkit tidak lambat dalam penanganan dan ketakutan masyarakat kita,” papar Imam.

Ia mengingatkan, sebaiknya kita lebih menjaga kesehatan dengan alkohol 70% untuk digunakan cuci tangan, dan itu sudah cukup untuk melakukan langkah awal pencegahannya.

“Saya mengharapkan, marilah kita sama-sama menjaga kesehatan, baik di dalam kantor maupun di rumah masing-masing untuk pencegahan awal penyakit ini (virus corona). Apabila telah dibentuk Tim Gugus Pencegahan agar sesegera mungkin di lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Imam

Selanjutnya Kasdim 1427 Pasangkayu, Mayor Inf Andi Ismail menjelaskan, dari TNI sudah jelas perintah pimpinan, bahwa tidak boleh melakukan kegiatan yang mengumpulkan masyarakat lebih dari 30 orang, dimana kami harus mendata kesiapan fasilitas kesehatan yang berada di Kabupaten Pasangkayu untuk dilaporkan sebagai langkah pencegahan.

“Ada perintah memasang spanduk atau banner tentang tata cara pencegahan virus corona. Dan berkoordinasi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk pemasangan tenda. Jadi melalui diskusi ini kami minta saran agar apabila ada yang terjangkit bisa secepatnya diisolasi,” jelas Mayor Ismail.

Kemudian Kepala Pengadilan Negeri (PN) Pasangkayu, I Gusti Ngurah Agung Aryanta Era Winawan menuturkan, kami dari PN Pasangkayu mendapatkan perintah untuk tidak menyebarkan informasi yang sifatnya hoax di media.

“Agar di Kabupaten Pasangkayu disiapkan media center untuk masyarakat mendapatkan informasi apabila ada yang terjangkit agar tidak buta informasi. Kedepan, agar pihak yang berwenang membantu memantau ketersedian alat-alat kesehatan, seperti masker dan yang lainnya,” tutur Gusti.

Dilanjutkan Kabag Ops Polres Mamuju Utara (Matra), AKP Iswan Mulyanto menyebutkan, Polri siap mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan pemda dalam pencegahan virus corona.

“Selama beberapa minggu terakhir ini, kami dari pihak kepolisian telah menurunkan tim untuk memantau apakah ada masyarakat yang melakukan penimbunan bahan pokok atau alat kesehatan jenis masker untuk kepentingan pribadi. Dari Bhabinkamtibmas telah melakukan sosialisasi terkait tata cara pencegahan virus corona kepada masyarakat,” sebut AKP Iswan.

Sementara Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty menjelaskan, apabila siswa di Kabupaten Pasangkayu belum bisa diliburkan, alangkah baiknya dari pihak sekolah menyiapkan hand sanitizer (pembersih tangan) sebagai langkah pencegahan.

“Saya selaku pimpinan di DPRD tidak akan memberikn surat tugas perjalanan dinas kepada anggota DPRD yang akan keluar kota seperti Jakarta, karena dikhawatirkan setelah kembali dari dinas luar akan membawa wabah virus corona,” jelas Alwiaty.

Sekda Kabupaten Pasangkayu, Firman menyampaikan untuk penyediaan hand sanitizer, kami telah menyiapkan anggaran, namun bahan tersebut yang tidak ada di pasaran termasuk itu di Kota Palu.

“Untuk hand sanitizer yang disiapkan oleh pihak rumah sakit, sementara ini hanya cukup untuk pasien saja,” papar Firman.

Kepala Dinkes Pasangkayu, Samhari mengungkapkan, kasus virus corona untuk saat ini belum ditemukan di Kabupaten Pasangkayu.

“Ada tiga Mahasiswa yang pulang ke Pasangkayu dari luar negeri, untuk saat ini telah dinyatakan bebas dari virus corona,” ungkap Samhari.

Lanjut Samhari, untuk ABK yang datang dari luar negeri, sebelum merapat ke pelabuhan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan. Dan kami mengarahkan ke semua Puskesmas untuk mlakukan promosi kesehatan untuk pencegahan virus corona.

“Untuk RS rujukan, apabila ada kasus, untuk saat ini akan dirujuk ke RS terdekat, yaitu RSU Undata, Kota Palu, Sulteng. Bahan bahan desinfektan dan masker saat ini kita masih dalam tahap pengadaan, semoga cepat terealisasi dan mencukupi,” tambahnya.

Kesimpulan hasil rapat Forkopimda Pasangkayu, pertama langkah yang harus dilakukan adalah membentuk Tim Gugus Pencegahan terkait virus corona.

Untuk kapal asing yang sandar di pelabuhan, agar Tim Gugus yang dibentuk untuk melakukan pengecekan sampai benar-benar aman dan dapat dinyatakan sehat.

Untuk sementara di masjid-masjid tidak ada lagi yang membentang tikar. Jadi untuk jamaah agar membawa tikar atau sajadah masing-masing, karena karpet akan digulung untuk dibersihkan.

Tim Gugus harus sigap memantau perkembangan sembilan bahan pokok (sembako) dan alat kesehatan di wilayah Kabupaten Pasangkayu agar tidak terjadi penimbunan yang mengakibatkan harga melambung tinggi.

Segera buatkan rekomendasi agar Kepala Dinkes melengkapi dan menyediakan alat medis yang diperlukan. Dan akan diagendakan rapat kedua untuk penyediaan anggaran terkait penanganan dan pencegahan virus corona.

Hadir di Rakor Forkipimda, Anggota DPRD Pasangkayu, Kepala Rutan Pasangkayu Aris Supriyadi, para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat lingkup Kabupaten Pasangkayu, Manager Produksi PT tanjung Sarana Lestari (TSL) Samrisjen, Kepala Pelabuhan Tanjung Bakau Agung Wihatnanto dan SHE PT TSL Irwanto. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya