Peluncuran dan Bedah Buku Sejarah dan Budaya Maritim Indonesia Serta MoU Antara Pemkab Majene Dengan Ombak Yogyakarta

14 March 2020 02:11
Peluncuran dan Bedah Buku Sejarah dan Budaya Maritim Indonesia Serta MoU Antara Pemkab Majene Dengan Ombak Yogyakarta
Peluncuran dan bedah buku sejarah dan budaya maritim Indonesia serta MoU antara Pemkab Majene dengan Ombak Yogyakarta di ruang pola kantor bupati, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Peluncuran dan bedah buku sejarah dan budaya maritim Indonesia serta Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene dengan Ombak Yogyakarta dihadiri sekitar 100 orang tamu undangan, di ruang pola kantor bupati, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (12/3/2020).

Sambutan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Majene, Mithar mengatakan, tujuan pelaksanaan diseminasi hasil penelitian dilaksanakan untuk menyampaikan hasilnya dan pengembangan serta kegiatan penunjang di Balitbang Kabupaten Majene.

“Kegiatan peluncuran buku merupakan salah satu upaya untuk menyampaikan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sejarah budaya maritim di Indonesia yang diperoleh dengan cara efisien efektif dan aplikatif melalui kerjasama Balitbang Kabupaten Majene dengan penerbit Ombak Yogyakarta,” kata Mithar.

Sementara sambutan Kepala Balitbangda Sulbar, Muh Jamil Barambangi menjelaskan, selama ini kita kurang mengapreseasi apa yang dilakoni para peneliti, budayawan dan pelaku seni di Sulbar.

“Hari ini saya sangat apreseasi dan bersyukur, karena Balitbang Majene telah mencoba satu kegiatan yang sifatnya otentik, yakni melakukan kerjasama dengan penerbit Ombak Yogyakarta,” jelas Jamil.

Menurut dia, untuk mencoba mengelaborasi apa yg dimilki dan menjadi potensi Mandar Majene saat ini, salah satunya dalam segi potensi kelautan, potensi kemaritiman yang kita miliki.

“Kita berharap, jajaran Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kabupaten Majene ini dapat membantu kami untuk membuat potensi kelautan tersebut dan dapat diangkat ke permukaan serta menjadi sumber ekonomi masyarakat yang ada di Sulbar. Salah satu hal yang belum kita respon bersama adalah design Majene sebagai kota pendidikan,” tutur Jamil.

Ia menyebutkan, padahal Perda-nya (kota pendidikan) sudah ada sejak beberapa tahun lalu, ini untuk menjadi pedoman kedepannya, disini sudah ada Unsulbar, STAIN dan UT, bila design ini belum kita realisasikan, maka Majene sebagai kota pendidikan hanya akan menjadi slogan saja.

“Marilah kita PT yang ada di Majene untuk dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan Majene sebagai kota pendidikan,” ajak Jamil.

Selanjutnya mewakili bupati Asisten Bidang Administrasi dan Umum, Abdul Hamid menyampaikan, kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Pemkab Majene terhadap pengembangan potensi daerah pada sektor kemaritiman yang ditandai dengan peluncuran buku oleh penerbit Ombak Yogyakarta tentang sejarah dan budaya maritim Indonesia.

“Kita berharap, Balitbang dapat menjadi tempat dan ruang riset yang bisa memberi kontribusi besar terhadap pengembangan daerah yang lebih baik. Dengan berbagai inovasi, ide dan sebagai media komprehensif, terpercaya, sebagai sumber informasi seputar pemerintahan dibidang penelitian dan pengembangan di wilayah Kabupaten Majene,” papar Hamid.

Ia mengungkapkan, apa yang saat ini dilaksanakan dengan menggelar lounching dan bedah buku, merupakan langkah nyata bagaimana mengangkat kajian yang menghadirkan ide, gagasan, apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk membangun Majene guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Demikian pula halnya dengan adanya kerjasama dengan Ombak Yogyakarat selaku penerbit tingkat nasional, akan mendorong masyarakat Majene lebih aktif dalam kegiatan literasi berupa penelitian dan penulisan,” ungkapnya. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya