Lemhannas RI Lakukan Kajian FGD Kelapa Sawit di Kaltim Sebagai Calon IKN

14 March 2020 22:24
Lemhannas RI Lakukan Kajian FGD Kelapa Sawit di Kaltim Sebagai Calon IKN
Lemhannas RI melaksanakan kajian tentang perkebunan kelapa sawit di wilayah Kaltim sebagai calon IKN baru di kantor Gubernur Kaltim, Kota Samarinda. (Penrem 091 Aji Surya Natakesuma)
.

SAMARINDA, TRANS89.COM – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia (RI) melaksanakan kajian tentang perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai calon ibukota negara (IKN) baru.

Wakil Gubernur (Wagub) Lemhanas RI, Marsdya TNI Weko Sofyan dan rombongan menghadiri focus group discussion (FGD) revitalisasi kelapa sawit untuk ketahanan nasional di ruang rapat tepian 1 lantai II kantor Gubernur Kaltim di Kota Samrinda di sambut Pelaksanatugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, M Sa’bani.

Dalam sambutannya, Sa’bani mengungkapkan komoditi perkebunan Kaltim pesat pertumbuhannya, khususnya komoditi kelapa sawit yang mencapai 1,24 juta hektar (Ha) lebih dengan produksi tandan buah segar (TBS) 18 juta ton setara produksi crude palm oil (CPO) atau minyak mentah sawit sebesar 4,05 juta ton.

“Namun sangat disayangkan, produksi sawit kita masih sebatas CPO. Artinya, kita belum melakukan hilirisasi produk sawit, sehingga nilai tambah belum bisa dinikmati,” kata Sa’bani melalui pres rilis Penerangan Korem (Penrem) 091 Aji Surya Natakesuma diterima Redaksi, Sabtu (14/3/2020).

Di Kaltim, kata Sa’bani, terdapat 367 perusahaan pemegang ijin lokasi dengan areal seluas 2,72 juta ha.

“335 perkebunan besar sawit (PBS) memiliki ijin usaha perkebunan 2,54 juta ha. Dan 202 perusahaan diantaranya memiliki hak guna usaha (HGU) seluas 1,18 juta ha,” kata Sa’bani.

Sementara Wagub Lemhanas RI, Marsdya TNI Weko Sofyan mengungkapkan, FGD ini untuk temu kenali permasalahan yang dihadapi subsektor perkebunan, khususnya komoditi kelapa sawit secara berkelanjutan.

“Hasil kunjungan dan kajian strategis di Kaltim ini segera kita laporkan kepada Bapak Presiden untuk ditentukan pertimbangan kebijakan nasional, khususnya berkaitan pembangunan perkebunan yang mampu menghasilkan devisa negara cukup besar,” ungkapnya.

Hadir di giat tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Ujang Rachmad, Kadis Perindagkop UMKM Fuad Asaddin, Kadis Kehutanan Amrullah dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Ayi Hikmad serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Kaltim, Ketua GAPKI Kaltim Muhammadsjah Djafar serta lembaga instansi vertikal terkait dan mitra pembangunan. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya