Bazar UMKM dan Presmian Transaksi QRIS di Majene

12 March 2020 15:44
Bazar UMKM dan Presmian Transaksi QRIS di Majene
Bazar UMKM dan presmian transaksi QRIS dengan ASPI, berlangsung di Boyang Assamalewuang, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Bazar Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan presmian transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), sehingga cukup dengan 1 QR-Code masyarakat dapat melakukan transaksi secara non tunai.

Kegiatan itu untuk mempercepat dan memperluas penggunaan QRIS, Bank Indonesia (BI) dan pekan QRIS Nasional 2020, berlangsung di Boyang Assamalewuang, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (10/3/2020).

Sambutan Kepala BI Perwakilan Sulbar, Budi Sudaryono mengatakan, sosialisasi ini sejalan dengan kebijakan penggunaan QRIS yang telah dikeluarkan pada 1 Januari 2020 yang bertujuan penggunaan QRIS tidak lain untuk mendukung sistem pembayaran digital agar lebih efisien dan terstandar serta memudahkan masyarakat.

“QRIS sendiri memiliki berbagai manfaat, di antaranya pembeli dan penjual tidak perlu menyediakan uang tunai. Dengan begitu, proses transaksi dapat lebih aman dan tercatat di platform digital yang digunakan,” kata Budi.

Menurut dia, QRIS sangat efisien bagi perbankan maupun fintech dompet digitalm begitupula bagi merchant, nyaris tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk pembelian prasarana sistem ini.

“Sistem ini tergolong nol investasi. Tidak perlu sediakan mesin EDC. Cukup stiker atau kertas print yang ada barcodenya. Lewat QRIS, konsumen juga tidak perlu repot membawa uang fisik. Dompet digital dan perbankan yang punya scan QR sudah bisa terhubung di satu server,” tutur Budi. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya