LAK Sulbar Minta Polda Sulbar Gandeng BPKP Audit Investigatif Proyek Jalan Salutambung-Urekang Rp9 Miliar

27 February 2020 23:30
LAK Sulbar Minta Polda Sulbar Gandeng BPKP Audit Investigatif Proyek Jalan Salutambung-Urekang Rp9 Miliar
Proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang pada tahun anggaran 2019 di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar, kembali disorot oleh lembaga anti rasuah di Sulbar. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang pada tahun anggaran 2019 di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), yang nantinya akan menghubungkan Kabupaten Mejene dan Mamasa kembali disorot oleh lembaga anti rasuah di Sulbar.

Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar, Muslim Fatillah Aziz. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)

Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar, Muslim Fatillah Aziz mengatakan, proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang dengan nilai pagu paket Rp9.000.000.000,00 dimenangkan oleh CV Zarwa Pentas Persada dan Konsultan Pengawas CV Naveed Konsultan Design melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar yang bersumber dari anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2019.

“Kontraktor pelaksana proyek tersebut diduga bekerja asal-asalan dan patut diduga keras pekerjaan jalan ruas Salutambung-Urekang tidak sesuai dengan spesikasi teknis, sehingga mutunya diragukan dan berpotensi merugikan keuangan negara,” kata Muslim.

Muslim mengeaskan, kami dari LAK Sulbar meminta kepada pihak Polda Sulbar segera menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulbar untuk melakukan audit investigatif atas hasil pekerjaan proyek jalan ruas Salutambung-Urekang tahun anggaran 2019.

“Kapolda baru harus tegas dalam menindak pelaku kejahatan tindak pidana korupsi (Tipikor), agar tercipta kepastian hukum yang berkeadilan,” tegas Muslim.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait proyek jalan Salutambung-Urekang, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Sulbar Muhammad Aksan menjelaskan, pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Jadi kerusakan (proyek) yang terjadi masih tanggungjawab kontraktor untuk memperbaikinya,” jelas Aksan.

Sementara pengamat hukum Sulbar, Kamiruddin Al Islam P atau yang biasa disapa Memet mengapresiasi Polda Sulbar jika mampu mengungkap kasus korupsi pembangunan jalan Salutambung-Urekang yang diduga kerja asal-asalan.

“Untuk apa pemerintah daerah (Sulbar) menggelontorkan anggaran berpuluh miliar lantas pekerjaan di lapangan amburadul,” papar Memet. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya