Pemkab dan BPS Pasangkayu Gelar Rakorda Sensus Penduduk 2020

31 March 2020 00:16
Pemkab dan BPS Pasangkayu Gelar Rakorda Sensus Penduduk 2020
Pemkab dengan BPS Pasangkayu gelar Rakorda sensus penduduk (SP) Tahun 2020, berlangsung di aula kantor bupati, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Pasangkayu gelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) sensus penduduk (SP) Tahun 2020 dihadiri sekitar 100 orang, berlangsung di aula kantor bupati, Jalan Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (24/2/2020).

Sambutan Bupati Pasangkayi, DR Agus Ambo Djiwa mengatakan, pencanangan SP 2020 di Kabupaten Pasangkayu merupakan salah satu hajatan besar bangsa Indonesia tahun ini.

“Tugas pemerintah adalah melayani masyarakat Indonesia. Sekali lagi saya tekankan bahwa tugas pokok kita adalah melayani masyarakat yang telah memberikan amanah kepada kita,” kata Bupati Agus.

Menurut dia, dalam berbagai pertemuan, dirinya terus mengulang-ulang pesan ini. Dan untuk itu dalam memberikan pelayanan yang terbaik, kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan cerdas, dan bekerja dengan ikhlas.

“Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa masyarakat telah benar-benar bermanfaat dari pembangunan, sehingga pembangunan dikatakan sukses jika program dan kebijakan pembangunan yang telah kita buat itu telah diterima, dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Agus.

Oleh karena itu, kata Agus, kebutuhan akan data yang valid merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan, dengan pembangunan manjadi lebih tajam dan lebih tepat sasaran, derkualitas, dimana data perencanaan yang baik.

“Data penduduk merupakan data dasar untuk membuat perencanaan di berbagai bidang. Karena itu memiliki data kependudukan yang akurat sangat penting, sehingga kita dapat lebih kuat pijakannya dalam merencanakan sesuatu program maupun kebijakan. Saya apresiasi ketika SP 2020 yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali ini memiliki tujuan untuk menghasilkan satu data Kkpendudukan untuk Indonesia maju,” ujar Agus.

Sementara sambutan Kepala BPS Sulbar, Win Rizal ucapkan terima kasih kepada bupati yang pada pagi ini telah berkenan untuk melakukan pencanangan pelaksanaan SP 2020 di Kabupaten Pasangkayu.

“Terkait pelaksanaan SP 2020, disampaikan beberapa hal, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik dan rekomendasi PBB, setiap negara harus menyelenggarakan SP minimal 10 tahun sekali,” ucap Win.

Dirinya menyampaikan, SP pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1961, sehingga SP tahun 2020 merupakan SP yang ke-7. Dan tahun 2020 ini, ada 54 negara yang akan melakukan SP.

“Tahun 2019 telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tentang satu data Indonesia dan Perpres Nomor 62 tentang strategi nasional percepatan administrasi kependudukan untuk pengembangan statistik disingkat Stranas AKPSH,” papar Win.

Ia menyebutkan, implementasi pertama dari Stranas AKPSH akan menjadi landasan hukum bagi BPS untuk melaksanakan SP tahun 2020 secara terintegrasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Hal ini mengacu pada dua Perpres tadi, dimana diusung dalam SP 2020 ini adalah mencatat Indonesia menuju satu data kependudukan untuk Indonesia maju,” sebut Win.

Selanjutnya penandatanganan pencangan Sensus Penduduk 2020 oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Kepala BPS Pasangkayu Sarifuddin, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pasangkayu Musbar Lasibe, Sekcam Pasangkayu Ihsandi Halim. (Adv)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya