Aliansi Masyarakat Tutar Tuntut Perbaikan Infrastruktur di DPRD Polman

24 February 2020 22:10
Aliansi Masyarakat Tutar Tuntut Perbaikan Infrastruktur di DPRD Polman
Aksi AMT dengan tuntutan penyelesaian masalah infrastruktur jalan poros Tutar, berlangsung di gedung DPRD Jalan Andi Depu, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Tutar (AMT) diikuti sekitar 50 orang dipimpin Irfan dengan tuntutan penyelesaian masalah infrastruktur jalan poros Tutar, berlangsung di gedung DPRD Jalan Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (24/2/2020).

Tuntutan massa aksi, Irfan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman untuk menuntaskan perbaikan jalan poros Kecamatan Tutar dan menagih janji bupati saat aksi di bulan Januari 2019 bahwa akan menganggarkan jalan poros Tutar.

“Kami mendesak Pemkab lakukan pembebasan hutan lindung (HL) dari Desa Taramanu Tua ke Desa Rattte sebagai penghubung jalan. Meminta kepada Ketua DPRD untuk mengawal sampai dengan tuntas proses pembangunan jalan poros Tutar,” tegas Irfan.

Menurut dia, jika Bupati Polman tidak mampu menuntaskan jalan poros Kecamatan Tutar, maka secepatnya mekarkan Kabupaten Balanipa dan mendesak Pemkab menuntaskan jalan poros Tutar mulai di Kecamatan Luyo sampai Desa Besoangin.

“Kepada anggota DPRD, kami hadir disini membawa aspirasi dan penderitaan masyarakat Tutar sejak di bentuknya Kecamatan Tutar. Hari ini kami kembali menuntut perbaikan jalan poros Tutar,” tutur Irfan.

Ia meminta kepada pihak DPRD yang telah menikmati fasilitas negara yang diberikan untuk memanggil pemerintah dan menjalankan fungsi sebagai pengawasan.

“Kepada Bupati Polman, jika tidak dapat menyelesaikan masalah Tutar lebih baik mundur dengan terhormat dan sekaligus menagih janji yang belum teralisasikan,” pinta Irfan.

Dirinya juga meminta untuk menghadirkan Bupati Polman sebelum memulai memulai penyampaian aspirasi.

“Karena hari ini Pak Bupati tidak bisa hadir saat ini, sehingga kami mengagendakan kembali untuk menghadirkan Bupati Polman agar dapat menjelaskan persoalan Tutar,” ujar Irfan.

Massa aksi diterima Ketua DPRD Polman, Jupri Mahmud dan anggota DPRD Polman Rudi menyampaikan, kami atas nama Komisi III kedepan akan semakin tanggungjawab dalam penyelesaian masalah jalan Tutar, dimana itu merupakan adalah fungsi kami di bidang pembangunan.

“Pada aksi sebelumnya, kami mengira itu sudah selesai di Bupati Polman, sehingga kami menunggu untuk menyampaikan aspirasi namun tidak datang dan penyelesaian masalah infrastruktur itu berada di tangan eksekutif sebagai eksekutor. Saat ini Bupati Polman sedang di Jogyakarta menghadiri kegiatan pemberian hadiah dari Menteri Menpan RB, sehingga kita akan mengagendakan ulang untuk menghadirkan Bupati,” papar Rudi.

Sementara Ketua DPRD Polman, Jupri Mahmud menjelaskan, hari ini kita sepakat menunggu informasi dari bupati yang lagi berada di luar daerah, apakah bupati bersedia melakukan telekomfres atau bersiap untuk menemui langsung massa AMT.

“Jika permintaan pada telekomfrens antara Bupati dengan massa tidak ada kesepakatan, maka kita sepakat untuk sama-sama menginap di gedung DPRD sampai tuntutan AMT dipenuhi,” jelas Jufri. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya