Kunker Wamen Desa dan PDTT di Mateng, Arie Setiadi Panen Jagung Dimalam Hari

20 February 2020 13:46
Kunker Wamen Desa dan PDTT di Mateng, Arie Setiadi Panen Jagung Dimalam Hari
Kunker Wamen Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal PDT dan Transmigrasi (PDTT) RI Budi Arie Setiadi di Kabupaten Mateng, bersama Bupati Mateng M Aras Tammauni panen jagung. (Damone/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – Kunjungan kerja (Kunker) Wakil Menteri (Wamen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal PDT dan Transmigrasi (PDTT) RI Budi Arie Setiadi di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) dan disambut oleh Bupati Mateng M Aras Tammauni dikediamannya di Jalan Poros Tobadak, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (19/2/2020).

Turut mendampingi Wamen Desa dan PDTT Arie Setiadi, Dirjen PKP2 Trans R Hari Pramudiono, Penataan Persebaran Penduduk PKp2 Trans Anto Pribadi, Perencanaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi PKP2 Trans Bambang Widyatmiko, Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi PKP2 Trans Dewi Yuliani.

Sementara yang menyambut Wamen Desa PDTT, Bupati Mateng Aras Tammauni, Dandim 1418 Mamuju Kolonel Inf Suyitno, Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar Herdin Ismail, Pabung Dandim 1418 Mamuju Mayor Inf Sahabuddin, Wakapolres Mateng Kompol Ramli.

Rombongan Wamen Desa dan PDTT Arie Setiadi meninjau salah satu rumah warga transmigrasi Sukma, dilanjutkan dengan panen jagung milik warga transmigrasi.

Dalam sambutan Wamen Desa dan PDTT, Arie Setiadi mengatakan, hari ini kami meresmikan jembatan Ako Salondeang di daerah transmigrasi Tobadak, Kabupaten Mateng.

“Sunggah ini perjalanan yang sangat luar biasa saya rasakan, namun ada satu yang membuat saya merasa bangga menjadi orang Indonesia, mengapa tadi sepanjang perjalanan saya melihat ada Masjid, Gereja dan Pura, ini merupakan Indonesia mini,” kata Wamen Arie.

Menurut dia, jadi begitu beragam, berbeda itu indah, Indonesia ini membangun beragam dari Sabang sampai Merauke, ratusan suku dan ratusan daerah.

“Jadi NKRI ini perlu kita jaga bersama dan transmigrasi ini juga bagian dari distribusi keadilan, dimana pembangunan tidak hanya terpusat di Jawa, namun pembangunan merata keplosok-plosok yang ada di Indonesia, sehingga rasa keadilan dapat di rasakan oleh masyarakat Indonesia,” tutur Arie.

Sementara Bupati Mateng, Aras Tammauni menyampaikan, warga transmigrasi Kabupaten Mateng adalah pahlawan bagi daerah Mateng, karena mereka adalah warga yang membangun wilayah Mateng, baik penggarapan lahan dan pembangunan ekonomi.

“Hadirnya Wamen Desa dan PDTT di Kabupaten Mateng, merupakan rahmat bagi seluruh masyarakat Mateng. Karena hal tersebut membuktikan bahwa pejabat di pemerintah pusat sangat memperhatikan daerah ini,” papar Aras.

Ia menjelaskan, keragaman di Kabupaten Mateng ini sangatlah terjalin dengan baik. Gambaran Indonesia mini yang ada di Kabupaten Mateng benar-benar nyata, karena memang di Kabupaten Mateng dihuni oleh berbagai suku dan agama.

“Meski usia Kabupaten Mateng baru 7 tahun, tetapi kami terus menggenjot pembangunan didaerah-daerah terpencil di Mateng. Olehnya itu, kami mengharap pemprov dan pemerintah pusat agar mengupayakan bantuan untuk pembangunan di Kabupaten Mateng,” jelas Aras. (Damone/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya