BPS Polman Gelar Rakorda Sensus Penduduk 2020

20 February 2020 15:10
BPS Polman Gelar Rakorda Sensus Penduduk 2020
BPS Kabupaten Polman gelar Rakorda Sensus Penduduk 2020, berlangsung di Aula Hotel Al Ikhlas, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dihadiri sekitar 100 orang peserta, berlangsung di Aula Hotel Al Ikhlas, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (19/2/2020).

Kepala Badan Pusat Statistik Polman, Ahmad Gunawan ucapkan terima kasih kepada wakil bupati yang telah berkenan untuk melakukan pencanangan pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020 di Kabupaten Polman.

“Terkait pelaksanaan sensus penduduk (SP) 2020, kami laporkan hal itu berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik dan rekomendasi PBB, setiap negara harus menyelenggarakan sensus penduduk minimal 10 tahun sekali,” ucap Gunawan.

Menurut dia, pada tahun 2020 ini, ada 54 negara yang akan melakukan SP dan terkait tahun 2019 yang lalu, telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tentang satu data Indonesia dan Perpres Nomor 62 tentang strategi nasional percepatan administrasi kependudukan untuk pengembangan statistik hayati ((Stranas AKPSH).

“Selain itu, juga bertujuan untuk mewujudkan kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap dan terkini bagi semua penduduk maupun warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri,” tutur Gunawan.

Ia menjelaskan, implementasi pertama dari Stranas AKPSH akan menjadi landasan hukum bagi BPS untuk melaksanakan SP tahun 2020 secara terintegrasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ada 2 tujuan utama SP 2020. Pertama, menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menurut de facto dan de jure. Kedua, menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk,” jelas Gunawan.

Dirinya mengungkapkan, dengan demikian, data hasil SP 2020 tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan di masa kini, tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan.

“Dari hasil SP sebelumnya, telah dibuat proyeksi penduduk Indonesia tahun 2015-2045,” ungkap Guawan.

Gunawan menyebutkan, dari hasil proyeksi ini, ada beberapa temuan penuh antara lain, jumlah penduduk Indonesia akan meningkat dari 267 juta jiwa di tahun 2019 menjadi 319 juta jiwa di tahun 2045 sehingga kita perlu membuat perencanaan yang matang mengenai kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan sebagainya.

“SP2020 akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk perwakilan RI yang ada di luar negeri. Seluruh WNI dan warga negara asing (WNA) yang telah atau akan tinggal selama minimal 1 tahun di Indonesia akan di data,” sebutnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Polman, M Natsir Rahmat menyampaikan, tugas pemerintah adalah melayani masyarakat, sekali lagi dirinya tekankan bahwa tugas pokok kita adalah melayani masyarakat yang telah memberikan amanah kepada kita.

“Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa masyarakat telah benar-benar menerima dan juga untuk memiliki satu sumber data kependudukan, sehingga kita dapat lebih kuat dalam merencanakan sesuatu program maupun kebijakan,” papar Wabup Natsir.

Lanjut Natsir, SP 2020 ini sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk mendukung pelaksanaan hajatan besar bangsa ini.

“Kunci utama kesuksesan SP 2020 adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi di dalam SP 2020,” tambahnya. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya