Warga Keluhkan Sweeping Polantas, HMI Unjuk Rasa di Polres Mateng

18 February 2020 09:57
Warga Keluhkan Sweeping Polantas, HMI Unjuk Rasa di Polres Mateng
Aksi HMI Cabang Mateng depan Polres Mateng, Jalan Poros Mamuju, Desa Tobadak, Kabupaten Mateng, Sulbar. (Damone/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89COM – Unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju Tengah (Mateng) diikuti sekitar 30 orang peserta aksi dipimpin Badaruddin dan Masbur di depan Polres Mateng, Jalan Poros Mamuju, Desa Tobadak, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (17/2/2020).

Orasi Ilham mengatakan, razia Polantas Polres Mateng sempat masuk di lorong-lorong kecil, dimana daerah Mateng ini mayoritas petani kelapa sawit dan banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait adanya sweeping atau razia lalulintas.

“Pada saat razia, oknum sering melakukan penindakan dengan penyelesaian langgaran yang telah ditentukan oleh nominal rupiah dan ketika masyarakat bertanya surat perintah tugasnya, oknum tersebut menyampaikan dan memperkenalkan bahwa dia polisi,” kata Ilham.

Orasi Badaruddin menuturkan, agar kedamaian yang sudah di rasakan oleh masyarakat Mateng agar selalu terjaga apalgi dengan adanya Polres Mateng.

“Kami meminta kepada Polres (Mateng), agar dalam penindakan razia kendaraan dilapangan agar disosialisasikan dan di beri kebijakan terlebih dahulu,” tutur Badaruddin.

Orasi Masrul dengan tuntutan HMI Cabang Mateng, meminta kepada Kapolres Mateng untuk memperluas sosialisai dalam berlaiulintas kepada masyarakat, meminta kepada Kapolres Mateng untuk segera menyediakan fasilitas pembuatan Surat izin Mengendara (SIM) kepada masyarakat.

“Kami meminta kepada Kapolres untuk kiranya memberikan kebijakan khusus kepada para petani yang hendak ke lahan atau kebun dengan menggunakan kendaraan operasional proses pemanenan sawit,” pinta Nasrul.

Dirinya juga meminta kepada Kasat Lantas Poires Mateng untuk memberikan kebijaksanaan (sanksi teguran) terlebih dahulu bagi pengendara yang melanggar lalulintas hingga optimalnya sosisalisai kepada masyarakat.

“Kami meminta kepada Satlantas Polres Mateng juga turut ikut mematuhi aturan daiam melakukan razia sebagimana yang telah di atur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun 1993 dan Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009,” ujar Nasrul.

Mass aksi diterima Wakapolres Mateng Kompol Ramli didampingi Kabag Ops Kompol Daud TB dan Kasat Lantas Iptu M Irwan, menyampaikan dirinya sangat berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah mengingatkan kami.

“Kami tetap berharap adanya kontrol dari mahasiswa dan semoga kedepan tetap berjalan hubungan jalin silaturrahmi seperti ini,” papar Wakapolres Kompol Ramli.

Ia menjelaskan, setelah adanya penyampaian usulan dari adik-adik mahasiswa, kami akan melakukan rapat dengan jajaran untuk membahas hal yang telah di usulkan tersebut.

“Hukum bersifat umum tidak dapat dibedakan, namun kita tetap mengkaji yang terbaik bagi masyarakat agar hukum tetap berjalan. Polres belum memiliki satuan atau mobil pembuatan SIM. Pengadaan mobil SIM tersebut ada di Polda Sulbar, dan andaipun sudah ada mobil SIM tersebut, Polres Mateng belum memiliki daya listrik yang cukup untuk operasionalnya,” jelas Kompol Kompol Ramli.

Selanjutnya Kasat Lantas Poltres Mateng, Iptu M Irwan mengatakan, setiap tindakan penilangan yang dilakukan oleh Satuan Lalulintas itu langsung konek dengan Satlantas Mabes Polri.

“Setiap denda yang sudah di cantumkan dalam UU Lalulintas memang aturannya sudah seperti itu, namun itu semua terkadang ada kebijakan dari teman-teman Satlantas. Saya tidak mengetahui adanya oknum-oknum Satlantas tertentu yang melakukan transaksi tilang bayar di tempat,” kata Iptu Irwan. (Damone/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya