Bappeda Majene Gelar Sosialisasi Permendagri Nomor 90 Tahun 2019

15 February 2020 08:59
Bappeda Majene Gelar Sosialisasi Permendagri Nomor 90 Tahun 2019
Bappeda Majene gelar sosialisasi Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi, nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah, berlangsung di ruang pola Kantor Bupati, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Bappeda Majene gelar sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 90 Tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi, nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Wilayah III A Dit PEIPD, Ditjen Bina Bangda Kemendagri, berlangsung di ruang pola Kantor Bupati, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (14/2/2020).

Sambutan Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Kemendagri telah mengeluarkan Permendagri Nomor 90 tahun 2019 yang bertujuan untuk menyediakan informasi secara berjenjang melalui penggolongan dan pemberian kode serta penamaan yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan dan keuangan daerah secara sistematis.

“Dengan informasi tersebut, secara substansi dapat digunakan untuk membantu daerah dalam menyusun perencanaan dan pembangunan serta anggaran dan laporannya termasuk pula dalam menentukan kebijakan,” kata Fahmi.

Menurut dia, karena itu dirinya berharap kepada seluruh jajaran yang bertanggung jawab dalam menyusun komponen anggaran pendapatan dan belanja daerah, bisa melakukannya dengan semakin terampil dan berkualitas.

“Saya harapkan kepada kita semua untuk menyiapkan langkah-langkah dalam mendorong percepatan implementasi Permendagri tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perencanaan pembangunan keuangan daerah yang berbasis elektronik,” tutur Fahmi.

Ia menjelaskan, karena Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2018 tentang strategi nasional pencegahan korupsi, meminta kepada setiap daerah untuk melakukan integrasi antara perencanaan dan penganggaran dalam rangka efisiensi dan efektivitas tata kelola pemerintahan.

“Ini bertujuan yang sama, yaitu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Fahmi.

Sementara sambutan Kasi Wilayah III A Dit PEIPD, Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Anang Indiawan Lastika Putra sangat mengapresiasi dan menyambut baik dengan pelaksanaan sosialisasi terkait Permendagri Nomor 90 tahun 2019 ini.

“Karena pada akhirnya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk memantapkan penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Majene nantinya,” ujar Anang.

Dirinya menyampaikan, kedepannya, kita semua tidak keteteran lagi dalam pekerjaan perencanaan, karena sudah memahami mekanisme dan prosesnya.

“Itulah sebenarnya tujuan utama dari sosialisasi kita lakukan hari ini,” papar Anang.

Menurutnya, sekarang kita ini sudah paradigma baru, yaitu paradigma kinerja, dimana tantangan itu terus datang, termasuk regulasi juga sering berubah-ubah, disinilah kita dituntut untuk harus siap dengan segalanya.

“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan inisiasi dari Bappeda itu sendiri, karena tidak ada dalam pos anggaran 2020, namun karena ini dianggap penting, maka kita harus laksanakan secepat mungkin,” tutur Anang.

Lanjut Anang, para perencana harus selalu proaktif dan tanggap dalam melihat tantangan kedepannya, dalam hal kinerja yang menuntut kedisplinan, pengabdian dan loyalitas.

“Saya juga ingatkan kepada semua untuk saling mengingatkan, jangan ada egositas, terutama dalam hal penginputan aktivitas dalam mendapatkan TPP, karena ini juga ujung-ujungnya pada Pemda yang akan terus mendapatkan reward dari pemerintah pusat,” tambah Anang. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya