Bupati Serahkan Sertifikat Program PTSL Kepada Warga Majene

14 February 2020 09:16
Bupati Serahkan Sertifikat Program PTSL Kepada Warga Majene
Bupati Majene, Fahmi Massiara menyerahkan sertifikat lahan melalui program PTSL kepada warga Kelurahan Pangali Alli dan Desa Pamboborang, berlangsung di Kelurahan Pangali Alli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)

MAJENE, TRANS89.COM – Bupati Majene, Fahmi Massiara menyerahkan sertifikat lahan melalui program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga Kelurahan Pangali Alli sebanyak 166 bidang dan Desa Pamboborang sebanyak 72 bidang, berlangsung di Kelurahan Pangali Alli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (13/2/2020).

Laporan Lurah Pangali Alli, Santy Widiastuty Nur mengatakan rejeki terbesar yang telah kami terima hari ini, melalui Bupati Majene yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan bagi warga kami di Kelurahan Pangali Alli.

“Ini sertifikat yang dibagikan sebentar akan sangat berguna bagi warga Kelurahan Pangali Alli yang dapat digunakan untuk berusaha ditempatnya masing masing,” kata Santy.

Camat Banggae, Atika ucapkan terima kasih kepada Bupati Majene dan Badan Pertanahan Nasional BPN Majene.

“Bila sertifikatnya sudah diterima, maka selanjutnya kewajiban kita adalah membayar pajak, karena semua urusan yang menyangkut ke pemerintah kabupaten pasti akan dimintai bukti pelunasan pajaknya,” ucap Atika.

Selanjutnya sambutan Kabag Tata Usaha (KTU) BPN Majene, Muh Alwi Safei menjelaskan, yang membedakan antara Prona dng PTSL adalah tentang pemetaan lahannya, diman pihak BPN nanti yang akan turun memetakan, baik yang sdh mendapatkan PTSL maupun yang belum.

“Kabupaten Majene dari 8 kecamatan akan mendapatkan jatah 4.500 SHT (Sertifikat Hak atas Tanah) untuk tahun 2020 dan untuk Tahun 2019 sebanyak 7.500 SHT,” jelas Alwi.

Alwi mengingatkan, bila sertifikat yang sudah dimilki nanti hilang atau sobek, supaya segera dilaporkan ke pihak kepolisian dan selanjutnya dilaporkan ke BPN untuk diterbitkan sertipikat penggantinya.

“Namun ini butuh proses dan biaya yang tentunya tidak sedikit, makanya kepada semua penerima PTSL untuk merawat dengan baik sertifikatnya,” pesan Alwi.

Kemudian sambutan Bupati Majene, Fahmi Massiara menyampaikan, penyerahan PTSL ini merupakan kerjasama antara Pemkab Majene dengan BPN Majene.

“Seperti kita ketahui bersama, PTSL ini sangat berharga bagi warga dalam menerima sertifikat tanahnya secara gratis,” papar Fahmi.

Ia menyebutkan, pemerintah yang membiayai pembuatan sertifikatnya, sedangkan yang dibayar oleh warga hanyalah administrasi saja.

“Sertifikat ini sebagai bukti otentik kepemilikan, baik itu rumah maupun kebun dan lahan lainnya,” sebut Fahmi.

Lanjut Fahmi, BPN menerbitkan sertifikat itu berdasarkan data berjenjang, mulai dari perseorang, kapling, Lurah atau Kepala Desa (Kades) sampai ke Camat.

” Saya menyampaikan selamat dan sudah sedikit lega karena sebahagian besar warga kita sudah mendapatkan lagi sertifikat yang menjadi hak milik warga,” tambahnya. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya