Kelompok JAS Muderiyah Surabaya di Taman Bungkul Terkait Hari Valentine

13 February 2020 16:10
Kelompok JAS Muderiyah Surabaya di Taman Bungkul Terkait Hari Valentine
Aksi damai kelompok Jama'ah Ansyarusi Sari'ah (JAS) Muderiyah Surabaya, berlangsung di Taman Bungkul Jalan Raya Darmo, Kota Surabaya, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)

SURABAYA, TRANS89.COM – Aksi damai kelompok Jama’ah Ansyarusi Sari’ah (JAS) Muderiyah Surabaya diikuti lima orang dipimpin Ahmad Andik membagikan selebaran yang berisi penyampaian pesan kepada masyarakat terkait perayaan hari valentine berjudul, ‘haram hukumnya ikut merayakan valentine day”.

Aksi JAS Muderiyah Surabaya berlangsung di Taman Bungkul Jalan Raya Darmo, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu (12/2/2020) malam.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, selamatkan generasi muda dari virus valentine day. 14 Februari itu hari kematian, bukan hari kasih sayang. Hari valentine itu hari maksiat, fakta membuktikan setiap 14 Februari penjualan kondom meningkat. Kasih sayang adalah ajaran Islam tapi tidak dengan valentine day. Kematian tak menunggu tua, berhijrahlah. Tolak valentine day.

Adapun tulisan isi selebaran yang dibagikan dan juga dibacakan Ahmad Andik menyampaikan, tak sepantasnya umat Islam terpedaya ikut merayakan valentine day dan hari raya agama lain, tetapi faktanya umat Islam banyak yang ikut merayakannya dan mengikuti tradisi orang Kafir, bahkan sekedar hanya ucapan selamat untuk menghormati saja.

“Ucapan selamat hari kasih sayang mengandung do’a dan harapan kebaikan untuk orang yang diberi selamat. Juga menjadi ungkapan kegembiraan dan kesenangan bahkan penghargaan atas apa yang dilakukan atau dicapai oleh orang yang diberi selamat,” papar Andik.

Menurut dia, tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan walentine, walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa valentine day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka.

“Perayaan hari valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani. Merayakan valentine day berarti secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya. Jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan hari valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT,” tutur Andik.

Ia menyebutkan, di Amerika Serikat dan beberapa negara barat, sebuah kencan pada hari valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Dan ini membuat perayaan valentine sering di akhiri dengan tidur bareng daripada pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, guru,dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik.

“Inilah sesungguhnya esensi dari valentine day. Perayaan valentine day di negara-negara barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang biasa di negara-negara barat sepanjang malam itu,” sebut Andik.

Dirinya menjelaskan, memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka dengan mengucapkan selamat hari raya dan sejenisnya bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram, berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah, dimana perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

“Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,” jelas Andik. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya