Seorang Perempuan Ditemukan di Pos Polantas Sempat Dirujuk ke RSUD Polewali Namun Tidak Dapat Tertolong dan Meninggal Dunia

11 February 2020 21:38
Seorang Perempuan Ditemukan di Pos Polantas Sempat Dirujuk ke RSUD Polewali Namun Tidak Dapat Tertolong dan Meninggal Dunia
Ditemukan sesosok perempuan tanpa identitas dalam kondisi tengkurap dan berlumuran darah di Pos Polantas Jalan Poros Binuang-Pinrang, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Ditemukan sesosok perempuan tanpa identitas dalam kondisi tengkurap dan berlumuran darah di Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) Jalan Poros Binuang-Pinrang, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (9/2/2020).

Saksi penemuan sesosok perempuan Sertu Talu Langi (42) Anggota TNI Personil Koramil Mamasa dan Sarce (39) pekerjaan swasta, keuanya beralamatkan di BTN Andalusia, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Polman.

Berdasarkan keterangan saksi Sarce mengatakan, sekitar pukul 05.30 WITA, dirinya menuju tenda yang berada di samping Pos Polantas untuk menjual makanan nasi kuning.

Saat saya tiba di Pos Polantas, saya mendengar suara seseorang dari dalam Pos Polantas, namun karena saya merasa takut sehingga langsung meninggalkan lokasi menuju rumah Sertu Talu Langi dan menyampaikan hal tersebut,” kata Sarce.

Setelah mendapat informasi dari Sarce, kemudian Sertu Talu Langi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan seseorang yang terbaring di lantai dalam posisi tengkurap dan berlumuran darah lalu meneriakinya namun tidak mendapat respon akan tetapi korban terlihat masih sadar.

“Setelah saya melihat hal tersebut, saya langsung menuju Polsek Binuang melaporkan kejadian tersebut kepada piket Polsek Bripda Mukhtar,” ujar Sertu Talu.

Selanjutnya personil Polsek Binuang Kanit Sabhara Polsek Binuang, Aipda Suhanto bersama saksi Sertu Talu Langi menuju TKP dan setibanya di TKP melihat kondisi korban masih sadar, akan tetapi tidak dapat berbicara.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Binuang menggunakan mobil pick up untuk selanjutnya dirujuk ke RSUD Polewali menggunakan mobil ambulance Puskesmas Binuang dan sekitar pukul 07.00 Wita tiba di RSUD Polewali mendapatkan penanganan medis.

Di TKP ditemukan barang yang diduga milik korban berupa 1 buah helm warna biru, kantong plastik merek Alfa Midi berisikan 2 bungkus kerupuk, dimana salah satunya sudah terbuka, satu pasang sandal tali rapiah dengan panjang sekitar 1 meter dan jilbab warna abu-abu.

Hasil pemeriksaan pihak RSUD Polewali terhadap korban, memar belakang telinga kiri ukuran 13 x 3 cm, luka robek di kepala sekitar 7 x 0,5 cm, mata kanan bengkak dam bengkak pada pelipis kiri ukuran 7 x 3 cm.

Sekitar pukul 09.20 WITA, setelah mendapatkan penanganan medis oleh pihak RSUD Polewali, korban dinyatakan meninggal dunia dan menurut keterangan dokter bahwa korban mengalami pendarahan di kepala yang diduga akibat terkena benda tumpul.

Saat ini jenazah korban masih berada di IGD RSUD Polewali dan masih menunggu kedatangan pihak keluarga yang mengenali korban dan sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan mengenai identitas korban serta menunggu hasil visum guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Korban perempuan tanpa identitas diduga kuat adalah korban penganiayaan saat ini telah ditangani pihak Polsek Binuang untuk penyelidikan lebih lanjut. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya