Puncak Hari Pers Nasional 2020 di Kalsel

10 February 2020 22:35
Puncak Hari Pers Nasional 2020 di Kalsel
Puncak Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020, berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Jalan R Suprapto, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalsel. (Ari Bagas Yusuf/Trans89.com)

BANJARMASIN, TRANS89.COM – Puncak Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020 dengan tema, ‘Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Ibu Kota Negara’, dihadiri sekitar 500 orang tamu undangan, berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Jalan R Suprapto, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (9/2/2020).

Sambutan Ketua PWI Pusat, Atal S Depari mengcapkan salam dan hormat kepada para pejabat yang hadir dan sebenarnya hari ini 9 Februari 2020 adalah hari puncak HPN 2020, walaupun pada acara kemarin dihadiri oleh Presiden RI.

“Kami bangga terhadap Gubernur Kalsel yang luar biasa, karena kemarin dapat berpidato dihadapan Presiden RI tanpa teks yang belum tentu bisa dilakukan orang lain,” ucap Atal.

Menurut dia, Hari Ulang Tahun HUT PWI diambil dari tanggal lahir PWI yaitu 9 Februari yang memiliki sejarah yang luar biasa, dimana perjuangan tokoh-tokoh pers sangat luar biasa pada saat itu yang berjuang melawan penindasan.

“Pers berjuang untuk bangsa dan komitmen pers sangat besar untuk perjuangan bangsa dan negara. Pers berjuang untuk bangsa dan berjuang untuk kehidupan. Dan kami ucapkan terimakasih kepada Gubernur Kalsel karena peringatan HPN berjalan dengan lancar,” tutur Atal.

Selanjutnya sambutan Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh juga mengucapkan salam dan terimakasih kepada Gubernur Kalsel dan Pemda serta seluruhnya anggota PWI atas kehadirannya.

“Cinta adalah rasa memiliki, namun sayangnya rasa memiliki bisa menurun. Lalu bagaimana caranya supaya tidak turun, yaitu dengan cara yang kita miliki harus memiliki prestasi, karena tanpa prestasi, rasa memiliki akan berkurang,” ujar Nuh.

Ia berikan contoh, diawal seseorang yang cinta karena fisik lama-lama akan berkurang, namun apabila dalam kehidupan hanya dalam 1 dimensi rasa, maka lama-lama akan menghilang.

“Orang bijak menyisihkan logika dan mengutamakan etika. Tidak bisa hidup itu hanya mengandalkan kebenaran melainkan dengan baik. Jangan hanya mengandalkan tentang kebenaran, melainkan harus dikombinasikan dengan kebaikan,” tutur Nuh.

Dirinya menyampaikan hasil konfensi nasional diantaranya, kita sepakat NKRI dan Pers sebagai pilar demokrasi. Membangun demokrasi sama dengan membangun bangsa dan negara.

“Membangun ekosistem yang baik agar dunia pers lebih berkembang. Derajat yang tertinggi adalah memberi, selanjutnya menerima, baru meminta dan dunia pers tidak boleh meminta,” papar Nuh.

Nuh menjelaskan, membangun dunia pers menjadi kesepakatan kita bersama dan Dewan Pers akan meningkatkan kompetensi para wartawan, meskipun wartawan sudah memiliki kompetensi yang bagus, namun apabila ada beberapa tekanan seperti keamanan, maka hasilnya tidak maksimal.

“Oleh karena itu, perlunya jaminan keamanan. Selain itu, insan pers juga memerlukan kesejahteraan. Ucapan terimakasih kepada Gubernur Kalsel atas pelayanannya selama di Kalsel, dan atas nama Dewan Pers mengucapkan sangat puas,” jela Nuh.

Pembacaan SK pemberian penghargaan kepada PWI. Penyerahan penghargaan kepada para insan ers sesuai SK sebanyak 17 orang. Penyerahan penghargaan kepada Ibu Tati yang telah mengabdi kepada PWI selama 50 tahun. Penayangan video aplikasi PWI. Pembacaan SK tentang pemberian penghargaan anugerah anggota kehormatan PWI dari PWI Pusat kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Pemberian cindera mata dari Gubernur Kalsel kepada Ketua Dewan Pers dan Ketua PWI. Pemberian sembako secara simbolis merupakan bantuan sosial kepada warga masyarakat Kalsel sebanyak 500 bantuan.

Sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor ucapkan salam dan syukur kehadirat Allah SWT karena dapat terlaksananya acara syukuran puncak HPN 2020, dan ucapan selamat datang kepada seluruh hadirin pada acara syukuran acara puncak HPN 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel versama panitia HPN.

“Pers telah bergerak dan mewarnai bangsa dan negara. Pers bergerak, Indonesia tersenyum dan dunia bahagia. Hari ini Kalsel sangat berbahagia, karena kehadiran insan Pers dari seluruh Indonesia,” urai Sahbirin.

Ia menyebutkan, Pemprov Kalsel mempunyai moto ‘Bergerak’ seperti semangat para insan pers.

“Bangsa ini pada sejatinya adalah bangsa pejuang, karena Indonesia diperoleh dengan perjuangan bukan diberi. Selamat HPN 2020, semoga pers semakin maju. Permohonan maaf atas segala kekurangan atas pelayanan selama berada di wilayah Provinsi Kalsel dan ucapan terimakasih atas kehadirannya di Kalsel,” sebut Sahbirin.

Selanjutnya pemotongan tumpeng hari puncak peringatan HPN 2020, testimony lahirnya PWI yang disampaikan oleh para tokoh PWI, ramah tamah dan hiburan. (Ari/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya