Desa Kunyi Salah Satu Desa Inovasi Nasional di Polman Butuh Perhatian Peningkatan Infrastruktur

10 February 2020 21:32
Desa Kunyi Salah Satu Desa Inovasi Nasional di Polman Butuh Perhatian Peningkatan Infrastruktur
Kondisi infrastruktur jalan penghubung antar dusun di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman, Sulbar. (Andi Waris Tala/Trans89.com)

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Salah satu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) memiliki sumber daya alam (SDA) sangant menjanjikan disektor perkebunan sebagai pengasilkakao (cokelat), yakni Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar).

Selain penghasil kakao, Desa Kunyi juga sangat dikenal dengan hasil buah musiman seperti durian dan langsat.

Dengan SDA yang sangatmMenjanjikan tersebut, tentu pembangunan infrastruktur jalan juga wajib menjadi perhatian Serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman.

Saat ini pembangunan jalan antar dusun di Desa Kunyi sudah memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Hanya saja masih ada beberapa titik ruas jalan penghubung antar dusun yang perlu di benahi.

Seperti di ruas jalan dari Dusun Kunyi ke Rarekan dan Bendang. Ruas jalan Penghubung ke tiga dusun itu panjangnya sekitar 750 meter merupakan akses penghubung satu-satunya ketiga dusun itu.

Ruas jalan ini juga merupakan akses para warga untuk mengangkut hasil buminya menuju ibukota Polman di Polewali.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Desa (Kades) Kunyi, Anri mengatakan, jika jalan penghubung tiga dusun ini akan di kerjakan dalam waktu dekat, maka pembangunan jalan di Desa Kunyi sekitar 80% rampung dan sisanya akan dilanjutkan di tahun yang akan datang.

“Olehnya itu, warga Desa Kunyi berpenduduk 80% petani sangat mengharapkan perhatian dari Pemkab Polman dan Pemprov Sulbar,” kata Anri, Senin (10/2/2020).

Sekedar diketahui, Desa Kunyi merupakan desa yang ditetapkan sebagai desa percontohan dan tercatat sebagai desa inovasi nasional.

“Pemerintah Desa Kunyi melalui program Marasa memotivasi warganya membuat kolam ikan air tawar di masing-masing rumah warga,” ujar Anri.

Ia menjelaskan, pembuatan kolam ikan air tawar ini diharapkan dapat menambah penghasilan warga melalui kegiatan pembudidayaan ikan air tawar seperti ikan mas, nila dan lele.

Selain program budidaya ikan air tawar, juga diharapkan menjadi tambahan sumber pendapatan warga. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya penyakit stunting (kelahiran pendek). Salah satu penyebab terjadinya stunting karena kurangnya pasokan gizi bagi anak,” jelas Anri. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya