Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina Tolak Proposal Deal Of The Century Donal Trump

08 February 2020 15:33
Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina Tolak Proposal Deal Of The Century Donal Trump
Aksi Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina (Formapp) menolak proposal deal of the century Presiden AS Donal Trump dan menyatakan sikap untuk mendukung kemerdekaan Palestina, berlangsung di Bundaran Lima Kota Banda Aceh/. (Ramzah Hasan/Trans89.com)
.

BANDA ACEH, TRANS89.COM – Unjuk rasa Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina (Formapp) diikuti sekitar 50 orang peserta dipimpin Rizki Suryadi dan Indra Saputra Rasyid menolak proposal deal of the century Presiden AS Donal Trump (kesepakatan abad ini Presiden AS Donal Trump) yang akan merugikan Palestina dan menyatakan sikap untuk mendukung kemerdekaan Palestina, berlangsung di Bundaran Lima Kota Banda Aceh, Jumat (7/2/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, selamatkan Alquds kita, selamatkan Islam di tanah para Nabi, selamatkan Bumi Mi’raj Rasulullah, selamatkan Qiblat permata kita, MRI-masyarakat relawan Indonesia/Indonesia Volunteer society, tolak deal of century, hangatkan kembali jutaan saudara di Palestina, Aceh selamatkan Palestina, Forum masyarak√†t Aceh peduli Palestina (Formapp) tolak deat of century.

Orasi Akkhi Munandar mengatakan, kami hadir disini mewakili dari masing-masing lembaga lintas ormas/okp untuk menyuarakan penolakan terhadap proposal deal of the century Presiden AS Donal Trump.

“Untuk meridhoi kegiatan kita pada Hari ini mari kita mendengarkan pembacaan ayat Suci Alquran. Teman-teman kami dari umat Islam dengan tegas menolak proposal deal of the century Presiden AS Donal Trump yang akan merugikan Palestina dan menyatakan sikap untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Akkhi.

Orasi Husaini Ismail menuturkan, kami dari lintas ormas/okp diikuti sekitar 25 lembaga se-Kota Banda Aceh turun kejalan ingin menyuarakan dukungan kepada saudara-sudara kita, bahwa sampai dengan saat ini masih ada negara yang terjajah.

“Palestina merupakan Kiblat pertama umat Islam, dimana pada Tahun 1945 Palaestina merupakan negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia. Olehnya itu, pada hari ini kita bersama mari kita dukung kemerdekaan Palestina dan menolak proposal deal of the century. Kita tidak bisa membantu kesana, namun kita dapat berdoa, karena doa merupakan senjata yang paling ampuh dari umat Islam untuk kemerdekaan Palestina,” tutur Husaini.

Orasi Lisna Dayanti menjelaskan, uUntuk diketahui, mungkin hari ini masih ada negara yang masih terjajah, masih ada negara yang masih belum merasakan air bersih seperti Palaestina.

“Presiden Donal Trump yang ingin menguasai tanah Palestina, mereka membuat perjanjian dengan semena-mena dan sebenarnya itu bukan perjanjian, namun sebuah paksaan
dan sesuai dengan dasar negara kita, bahwa penjajahan harus dihapuskan dari permukaan bumi ini. Kita harus dukung kemerdekaan Palestina dan menolak proposal deal of the century,” jelas Lisna.

Menurut Lisna, pada hari ini kita mewakili rakyat Indonesia menyuarakan penolakan terhadap perjanjian Donal Trump.

“Disana ada Al Aqsa Kiblat pertama umat Islam dan harus kita pertahankan dari zionis Israel dan sekutunya. Kalau hari ini kita tidak menyuarakan hal ini, maka tidak tau siapa lagi yang akan menyuarakan ini. Semoga pengguna jalan dapat mendengarkan orasi ini dan berdoa untuk keselamatan Palestina,” tutur Lisna.

Orasi Rizki Ariady menyampaikan, kita turun hari ini untuk menyatukan sikap, bahwa kita umat Islam masih bersama Palestina dan kami dari Aceh menyatakan bahwa untuk kemerdekaan Palestina yang hakiki.

“Ada permintaan Presiden Donal Trump Laknatullah untuk kesepakatan proposal deal of the century yang tujuannya hanya menguntungkan Israel. Kami atas nama umat Islam menolak kesepakatan tersebut dan kami menginginkan kemerdekaan Palestina,” papar Rizki.

Rizki menyebutkan, Bangsa Aceh harus menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina dan Palestina milik orang Aceh, milik orang Islam, maka harus kita dukung untuk kemerdekaan yang hakiki.

“Kami dari mahasiswa Ormas dan OKP akan menyuarakan kemerdekaan yang wajib untuk rakyat Palestina,” sebut Rizki.

Orasi Abdul Razak mengatakan, hari ini zionis dan Presiden Donal Trump telah membuat keputusan secara sepihak yang telah menyengsarakan rakyat Palestina.

“Kami menolak secara keras atas kesepakatan zionis Israel dan Trump. Kami menyuarakan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Palestina. Dengan adanya aksi ini sepakat untuk membuat save kemerdekaan Palestina,” kata Razak.

Orasi Sultan Al Farabi mengajak warga Kota Banda Aceh bersatu menyuarakan kebebasan rakyat Palestina, dan kita tau bersama bahwa Presiden Donal Trump dengan keputusannya ingin mengambil tanah Palestina.

“Olehnya itu kita lawan, mari kita suarakan untuk membela agama Allah,” ajak Sultan.

Orasi Indra Saputra Rasyid menyatakan, pada pagi hari ini kita berkumpul di tempat yang berbahagia dengan teriakan Takbir agar Donal Trump dan Benjamin Netanyahu jantungnya bergetar.

“Donal Trump berdiri mengeluarkan kesepakatan sepihak yang memaksakan kehendaknya. Mari kita bersatu untuk melawan keangkuhan dan negara kita sangat jelas dalam landasan UUD 1945 bahwa penjajahan harus dihapuskan,” ujar Indra.

Indra meminta Presiden, Menteri Pertahanan (Menhan), Menteri Luar Negeri (Menlu), agar menolak secara keras proposal deal of the century.

“Meminta kepada seluruh gubernur, DPR untuk menolak secara tegas proposal deal of the century dan kita meminta Presiden Jokowi untuk memboikot produk-produk Israel di Indonesia,” pinta Indra. (Ramzah/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya