Kemenag Gelar Rakor Terpadu Penyuluh Agama Se-Kabupaten Mateng

07 February 2020 14:47
Kemenag Gelar Rakor Terpadu Penyuluh Agama Se-Kabupaten Mateng
Kemenag Kabupaten Mateng gelar Rakor terpadu penyuluh agama se-Kabupaten Mateng, berlangsung di Aula Kantor Kemenag, Jalan Trans Sulawesi, Dusun Tangga Allo, Desa Tobadak, Kabupaten Mateng, Sulbar. (Damone/Trans89.com)

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) gelar rapat koordinasi (Rakor) terpadu penyuluh agama se-Kabupaten Mateng dengan tema, merawat Indonesia merangkai mozaik nusantara di Bumi Lalla Tassisara’.

Kegiatan Rakor tersebut dihadiri sekitar 100 orang peserta berlangsung di Aula Kantor Kemenag, Jalan Trans Sulawesi, Dusun Tangga Allo, Desa Tobadak, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (6/2/2020).

Sambutan Kepala kantor Kemenag Mateng, Mahmuddin mengatakan, hampir 3 tahun lebih dirinya belum pernah bertemu penyuluh seperti ini, berkumpul semua dari semua agama se-Kabupaten Mateng, dimana penyuluh PNS dan non PNS tidak ada yang dibeda-bedakan, semua adalah penyuluh agama Kemenag Mateng.

“Jumlah penyuluh agama 97 orang yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Mateng adalah bagian 4 pilar, yaitu Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Penyuluh. Itulah 4 pilar untuk pembangunan daerah dan mental,” kata Mahmudin.

Sementara mewakili Kapolres Mateng AKBP M Zakiy yakni KBO Binmas Polres Mateng, Ipda Ludiyanto minta tolong kepada semua orang tua agar menasehati dan memperhatikan anak-anak kita yang remaja agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak diinginkan, apalgi merusak persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Mateng.

“Melalui penyuluh, saya harpkan agar bisa membantu untuk pembinaan dan menghimbau kepada anak-anak remaja yang ada di setiap desa untuk tidak terpancing oleh ajakan, ujaran kebencian yang merusak kebersamaan kita antar umat beragama. Polres Mateng ini di ibaratkan baru seumur jagung, jadi saya berharap kepada masyarakat untuk keberadaan kami di Mateng jangan dijadikan penghalang aktivitas masyarakat,” ujar Ipda Ludiyanto.

Selanjutnya penandatanganan pakta integritas yang di keluarkan Kemenag berisikan, kami penyuluh agama se-Kabupaten Mateng menyatakan kesanggupan untuk melakukan tugas penyuluhan dan pembinaan dengan sebaik-baiknya. Bersedia melaksanakan visi dan misi Kemenag dalam melakukan pembinaan umat. Bersedia untuk tidak menyampaikan materi dakwah yang sifatnya radikal anti Pancasila dan UUD 1945. Bersedia untuk tidak menyampaikan berita bohong dan provokatif. Bersedia membuat laporan penyuluhan setiap bulan secara benar dan tidak merekayasa. Bersedia menjadi bagian dari Kemenag dan menjaga marwah serta nama baik Kemenag. Apabila saya melanggar hal-hal tersebut diatas, maka saya siap di diganti oleh penyuluh yang lain. Tidak menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Adapun jumlah penyuluh agama di Mateng, untuk penyuluh agama Islam 46 orang, agama Kristen 20 orang, agama Katolik 10 orang, agama Budha 2 orang dan agama Hindu 10 orang. (Damone/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya