Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Tim Gabungan Lakukan Pengecekan Kesehatan di Pelabuhan Syahbandar Majene

07 February 2020 19:10
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Tim Gabungan Lakukan Pengecekan Kesehatan di Pelabuhan Syahbandar Majene
Pengecekan kesehatan terhadap 224 orang penumpang dan 24 ABK KM Sabuk Nusantara 93 dari Tim Gabungan Dinkes Majene, Tim Karantina Kantor Kesehatan Sulbar dan pengelola pelabuhan Syahbandar Majene, berlangsung di Terminal Pelabuhan Syahbandar Kabupaten Majene. (Abner/Trans89.com)

MAJENE, TRANS89.COM – Pengecekan kesehatan terhadap 224 orang penumpang dan 24 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 93 dari Tim Gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene, Tim Karantina Kantor Kesehatan Sulawesi Barat (Sulbar) dan pengelola pelabuhan Syahbandar Majene, berlangsung di Terminal Pelabuhan Syahbandar Kabupaten Majene, Jumat (7/2/2020).

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Majene, Rahmat Malik mengatakan, pengecekan kesehatan di pelabuhan Syahbandar Majene ini dilaksanakan untuk menyikapi adanya perkembangan virus corona dari Wuhan, Tiongkok.

“Meskipun kecil kemungkinan penyebaran virus corona di Kabupaten Majene, namun pengecekan kesehatan terhadap seluruh penumpang KM Sabut Nusantara dari Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Majene ini perlu terus dilakukan,” kata Rahmat.

Menurut dia, kendala dalam pengecekan kesehatan belum adanya thermal scanner yang canggih di Majene, sehingga setiap penumpang dan ABK harus dicek 1 persatu menggunakan termometer suhu tubuh biasa.

“Pengecekan kesehatan ini akan terus dilaksanakan setiap ada kapal dari Kabupaten Kotabaru, Kalsel yang tiba di Majene 1 minggu sekali pada setiap hari Jumat,” tutur Rahmat.

Sementara Tim Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan Sulbar, Yusfandiar menjelaskan, jumlah penumpang di KM Sanuk Nusantara 93 yang diperiksa kesehatannya sebanyak 248 orang, terdiri dari 24 orang ABK dan 224 orang penumpang, orang dewasa 180 orang, anak-anak 26 orang dan bayi 18 orang.

“Kapal tersebut berangkat dari Kabupaten Kotabaru, Kalsel, pada 6 Februari 2020. Berdasarkan hasil pengecekan kesehatan, keseluruhan penumpang dan ABK dinyatakan sehat dengan suhu tubuh normal,” jelas Yusfandiar.

Ia menyebutkan, kedepan apabila terdapat penumpang atau ABK dengan suhu tubuh di atas 38 C, maka akan menjalani pengecekan dan perawatan kesehatan lebih lanjut di lokasi khusus dalam pelabuhan Syahbandar yang telah disiapkan.

“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyakit atau virus tertentu dari salah satu penumpang yang dapat menyebar ke masyarakat,” sebut Yusfandiar. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya