GMPP-KT Desak Kejati Kaltim Usut Tuntas Pembangunan Pasar Rawa Indah Bontang Sekitar Rp107 Miliar

06 February 2020 14:03
GMPP-KT Desak Kejati Kaltim Usut Tuntas Pembangunan Pasar Rawa Indah Bontang Sekitar Rp107 Miliar
Aksi Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kaltim (GMPP-KT), berlangsung depan Kantor Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Kota Samrinda. (Mas Oleh/Trans89.com)

SAMARINDA, TRANS89.COM – Sekitar 40 orang massa Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kaltim (GMPP-KT) dipimpin Abidin akukan aksi terkait proyek mangkrak di Kota Bontang, berlangsung depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Kota Samrinda, Senin (3/2/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kaltim. Menduga dalam pelaksanaan pelelangan proyek pasar Rawa Indah terdapat penyelewengan. Bongkar dan periksa oknum pejabat yang terlibat dalam pembangunan pasar Rawa Indah di Kota Bontang.

Orasi Abidin mengatakan, pelaksanaan suatu proyek khususnya pembangunan fisik berupa bangunan gedung, maka terdapat tiga pihak perancang dan perekayasa bangunan yaitu kontraktor perencana, pengawas dan pelaksana.

“Masing-masing rekanan diharapkan secara sinergi dan profesional juga transparan serta responsibility dalam melaksanakan kegiatannya untuk mencapai tujuan akhir yang sama, yaitu berdirinya bangunan tertentu yang layak uji teknik maupun kelayakan pembiayaan,” kata Abidin.

Menurut dia, sedangkan di lain ssisi, instansi pemerintah sebagai pengguna barang jasa, diharapkan untuk dapat mengendalikan administrasi dan pembiayaan sesuai peraturan serta kebijakan yang berlaku.

“Dalam ketentuan pasal 25 sampai dengan pasal 27, Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi, telah mengharuskan ketiga pihak yaitu perencana, pelaksana maupun pengawas proyek bertanggungjawab apabila ada kegagalan bangunan proyek dalam ketentuan pasal 31, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi,” tutur Abidin.

Ia menjelaskan, berangkat dari penjelasan tadi, kami dari GMPP-KT menyoroti persoalan pembangunan pasar Rawa Indah di Kota Bontang yang kami duga ada indikasi korupsi dari proses perencaan sampai pelaksanaan proyek tersebut.

“Pasar Rawa Indah yang menelan anggaran Rp107 miliar yang sampai saat ini belum seiesai-selesai. Kami menduga banyak pelanggaran yang terjadi,” jelas Abidin.

Dirinya mempertanyakan pemenang tender yang dimenangkan oleh satu-satunya kontraktor lokal, padahal pendaftar lain perusahaan BUMN, dimana diduga ada indikasi kongkalikong dalam penentuan pemenang dan mungkinkah pekerjaan sesuai spesifikasi?.

“Diduga Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tidak memberikan sanksi kepada kontraktor pelaksana PT Sasmito atas keterlambatan pekerjaan dan apakah denda sudah disetor ke kas daerah?,” tanya Abidin.

Empat orang massa diterima Kepala Seksi (Kasi) Penerengan Hukum (Penkum) Kejati Kaltim Abdul Farid dan Kasi I Intelijen Kejati Kaltim Erwin diterima di ruang Intelijen.

Adapun tanggapan Abdul Farid mengatakan bahwa selaku Gakkum di Kejati kami tidak alergi dengan unjuk rasa.

“Kami selalu menemui pengunjuk rasa selama memenuhi syarat dan didukung dengan fakta yang ada,” kata Farid.

Abidin menyebutkan, kami hadir kesini melaporkan proses pembangunan pasar Rawa Indah Bontang yanh dimulai tahun 2017 seharusnya rampung 2019, namun saat ini belum ada penyelesaian.

“Proyek ini dilakukan dengan sistem lelang selama 2 kali yang dimenangkan oleh PT Sasmita asal Surabaya,” sebut Abidin.

Abidin meminta pada Kejati Kaltim untuk memeriksa semua yang terlibat.

“Mulai dari mantan Bupati karena Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) tidak dilibatkan dalam kegiatan terlebih lagi bangunan kami duga tidak sesuai spesifikasi,” pinta Abidin.

Tanggapan Abdul Farid mengatakan bahwa Laporan kami terima dan akan kami sampaikan kepada pimpinan.

“Laporan GMPP-KT kami teria untuk disampaikan ke pimpinan. Terimkasih unjuk rasa berlangsung aman dan tertib,” demikian Farid. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya