Pemkab Rakor Pencegahan Virus Corona, Dua Mahasiswa Dari Cina Tiba di Pasangkayu dan Kapal Cina Rencana Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Bakau

05 February 2020 21:07
Pemkab Rakor Pencegahan Virus Corona, Dua Mahasiswa Dari Cina Tiba di Pasangkayu dan Kapal Cina Rencana Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Bakau
Rakor pencegahan virus corona masuk dihadiri sekitar 30 orang, berlangsung di ruang rapat Asisten II Setda Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Rapat koordinasi (Rakor) pencegahan virus corona masuk dihadiri sekitar 30 orang, berlangsung di ruang rapat Asisten II Setda Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (Rabu/2/2020).

Saat ini ada 2 mahasiswa asal Kabupaten Pasangkayu yang baru kembali dari Cina.

Asisten III Setda Kabupaten Pasangkayu, Irfan Rusli Sadek mengatakan, penting bagi kita untuk membicarakan langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya orang-orang dari luar yang kemungkinan terjangkit virus corona.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merespon isu virus corona ini, dan para penggiat media sosial (medsos) diharap melakukan edukasi dan tidak malah memposting hal-hal yang berbau provokatif,” kata Irfan.

Menurut dia, saat ini instansi terkait melakukan pemeriksaan intensif terhadap mahasiswa yang baru kembali dari negara Cina walaupun tempat tinggal mereka bukan di Wuhan.

“Menurut Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pasangkayu, tempat tinggal ke dua mahasiswa sewaktu di Cina sekitar 27 jam perjalanan dari Wuhan,” tutur Irfan.

Wakapolres Mamuju Utara (Matra), Kompol Jufri Hamid mengajak mengambil langkah-langkah untuk menyampaikan ke warga Kabupatden Pasangkayu untuk tidak berlebihan dalam menyikapi isu virus corona ini, agar tidak menggganggu Kamtibmas didaerah kita.

“Pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipasi, dan menurut aturan dalam menyikapi rencana kedatangan kapal asing yang akan berlabuh di pelabuhan PT Tanjug Sarana Lestari (TSL) atau Tanjung Bakau, agar segera dibentuk tim terpadu di lapangan dan melaksanakan tugas menurut tugas pokok masing-masing (tupoksi) masing-masing,” ujar Wakapolres Kompol Jufri.

Plant Manager PT TSL, Eka Prastiawan menyampaikan, dalam waktu dekat dan berdasarkan informasi dari agen pelabuhan, kapal yang sandar dan memuat crude palm oil (CPO) itu yakni dari Vietnam, setelah mengangkut CPO akan dibawa ke Bangladesh.

“Belum ada informasi dari ke agenan terkait jadwal kapal dari Cina akan mengangkut CPO di pelabuhan kami (TSL). Tapi kejelasan waktunya kami belum terima dan berdasarkan informasi yang kami terima, kapal China yang mau ke Pasangkayu sementara masih di Korea Selatan,” papar Eka.

Ia menyebutkan, kami sudah melakukan rapat dengan Karantina Pertanian dan Kesehatan terkait prosedur apabila kapal-kapal yang mau sandar di Pelabuhan PT TSL.

“Prosedur yang akan diterapkan nantinya yaitu, sebelum sandar di pelabuhan kapal itu mesinnya dimatikan terlebih dahulu sejauh 3 mil dari dermaga. Setelah itu, petugas dari Karantina diantar menggunakan kapal tongkang untuk mengecek kesehatan semua awak kapal. Setelah dinyatakan bebas virus baru bisa sandar di dermaga,” sebut Eka.

Lanjut Eka, apabila ternyata ada awak kapal yang ditemukan terjangkit virus corona, itu akan ada ketentuan. Pertama ditangani oleh petugas kesehatan dari Karantina dan Instansi terkait, dan kedua, kapal tersebut disuruh kembali ke negara asalnya.

“Apabila awak kapal dinyatakan bebas virus dan sandar di pelabuhan kami, itupun tidak bisa turun dari kapal. Apabila ada keperluan seperti belanja, itu akan ditangani oleh petugas pelabuhan,” ujar Eka.

Dirinya mengatakan, jadi kami sudah menyiapkan prosedurnya, jadi virus corona yang menjadi kekhawatiran masyarakat kita itu tidak perlu dibesar-besarkan.

“Saya meminta kepada Pemda agar menyampaikan hal ini kemasyarakat, agar tidak resah,” kata Eka.

Kadis Kesehatan Pasangkayu, Samhari menyampaikan, bBerdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pasangkayu, ada 2 mahasiswa asal Pasangkayu yang baru kembali dari Cina.

“Kedua mahasiswa tersebut, Risal Hanafi (20), alamat Desa Kasta Buana, Kecamatan Bulutaba, laki-laki, mahasiswa Institut Politeknik Nanjing Cina, tiba di Kabupaten Pasangkayu pada tanggal 4 Februari 2020. Israwali (27), alamat Desa Lelejae, Kecamatan Bulutaba, perempuan, mahasiswi kedokteran Universitas Liaoning Cina, tiba di Pasangkayu pada 14 Januari 2020,” papar Samhari.

Samhari menerangkan, Israwali sudah lewat dari masa Inkubasi, sedangkan Risal Hanafi masih dalam masa inkubasi, dan kami baru saja menemui Risal Hanafi untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan terhadap Risal Hanafi bahwa yang bersangkutan dalam keadaan sehat, namun tetap dilakukan pemantauan sampai dengan tanggal 15 Februari 2020. Kami sudah meminta petugas yang ada disana untuk melakukan pemantauan terhadap Risal Hanafi,” urai Samhari. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya