Virus Corona Mewabah, Bupati Natuna Berdialog Dengan Massa Tolak Observasi WNI Dari Kota Wuhan RRC

04 February 2020 00:31
Virus Corona Mewabah, Bupati Natuna Berdialog Dengan Massa Tolak Observasi WNI Dari Kota Wuhan RRC
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal bertemu dan berdialog bersama massa depan Kantor DPRD Natuna terkait penolakan warga Natuna untuk observasi WNI dari Kota Wuhan RRC di Kabupaten Natuna, Kepri. (Arif Yoga/Trans89.com)

NATUNA, TRANS89.COM – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal bertemu dan berdialog bersama massa depan Kantor DPRD Natuna terkait penolakan warga Natuna untuk observasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan Republik Rakyat Cina (RRC) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (3/2/2020).

Penyampaian tuntutan dengan 6 opsi oleh Ketua KNPI Natuna, Hariyadi meminta DPRD sebagai penyambung lidah masyarakat Natuna dengen pemerintah pusat, WNI dari Wuhan agar segera dipindahkan ke KRI dan Observasi di laut lepas untuk menjaga ketentraman masyarakat Natuna.

“Agar Pemda Natuna dan pemerintah pusat memberikan konpensasi jaminan kesehatan masyarakat Natuna, menyediakan posko pelayanan tanggap darurat dan mendatangkan dokter psikiater ke Natuna,” pinta Hariyadi.

Ia menyebutkan, Kemenkes wajib berkantor di Kabupaten Natuna selama masa observasi di Kabupaten Natuna, dan segala kebijakan pemerintah pusat di Natuna agar disosialisasikan ke masyarakat Natuna terlebih dahulu.

“Apabila Pemda tidak bisa menjadi penyambung lidah ke pemerintah pusat, kami akan melakukan mosi tidak percaya kepada Pemda Natuna,” sebut Hariyadi.

Tanggapan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal menyampaikan, observasi WNI di Kabupaten Natuna merupakan kebijakan pemerintah pusat bukan kebijakan dari Pemda.

“Pemerintah pusat tidak berkoordinasi (Pemda) terkait rencana pemerintah pusat untuk mendatangkan WNI Kota Wuhan Cina,” papar Bupati Hamid.

Dirinya mengharapkan masyarakat Kabupaten Natuna jangan mau diprovokasi untuk membenturkan masyarakat dengan Pemda dan DPRD Kabupaten Natuna.

“Saya akan buat surat terbuka dan resmi kepada Bapak Presiden RI untuk mengambil kebijakan untuk mendatangkan kapal KRI untuk memindahkan WNI di observasi di laut lepas,” ujar Hamid.

Penyampaian mantan anggota DPRD Natuna, Wan Sopian menjelaskan, kami mau Bupati Natuna bersama Wakil Bupati dan perwakilan Ormas untuk sekarang juga berangkat ke Jakarta untuk menjumpai Presiden RI dan menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Natuna monolak keras observasi WNI dari Kota Wuhan di Kabupaten Natuna.

“Apabila tuntutan masyarakat Kabupaten Natuna tidak terlaksana dan didengar oleh Bapak Presiden RI, kepada Bupati Natuna jangan pernah menginjakkan kaki lagi di Kabupaten Natuna,” tegas Wan.

Massa melakukan pelemparan botol air mineral dan meneriaki Bupati Natuna, sehingga Bupati di evakuasi oleh personil pengamanan melalui pintu belakang kantor DPRD ke mobil menuju ke Bandara Lanud Raden Sadjad. (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya