Perawatan Jalan Trans Sulawesi Rp9 Miliar Menuai Sorotan Anggota DPRD Pasangkayu, Ini Jawaban Passokkorang

03 February 2020 22:19
Perawatan Jalan Trans Sulawesi Rp9 Miliar Menuai Sorotan Anggota DPRD Pasangkayu, Ini Jawaban Passokkorang
Salah satu ruas jalan disimpang Kantor Dishub Lama, Kabupaten Pasangkayu Sulbar, yang sedang dalam perawatan. (Enis/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Perawatan Jalan Sukarno di kota Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) sepanjang 2 Kilometer (Km) menuai sorotan. Jalan ini hampir tiap tahun diperbaiki.

Penyebabnya beragam, salah satunya faktor genangan air akibat drainase (kanal) tidak berfungsi maksimal. Selain itu, mutu pekerjaan juga dianggap buruk.

Jalan ini merupakan penghubung antara Mamuju (Sulawesi Barat) dengan Palu (Sulawesi Tangah) dan daerah lainnya.

Sejumlah titik jalan yang dua jalur ini tampak berlubang dengan kedalaman sekira sepuluh sentimeter dengan diameter bervariasi dan berdebu.

Selain itu, terlihat pula tumpukan material berupa tanah/pasir yang berada di pinggir jalan. Hal tersebut dikuwatirkan akan mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara terutama pengguna roda dua.

Bahkan menurut warga sekitar, pada Jumat, 31 Januari lalu, seorang pengendara motor mengalami kecelakaan di depan Cafe Djapos Pasangkayu yang diduga akibat jalan berlubang.

Anggota Komisi III DPRD Pasangkayu, Nasruddin menyayangkan soal kejadian itu. Dia berpendapat, mengenai jalan nasional tersebut semesti penanganannya hotmix, bukan pemeliharaan biasa yang dinilai tidak tahan.

“Mestinya penanganan jalan trans itu menggunakan hotmix, bukan pemeliharaan biasa. Karena selama ini, hasilnya perawatan kembali hancur tak lama setelah diperbaiki,” kata Nasruddin saat dikonfirmasi diruang kerjannya, Senin (3/2/2020).

Ia mengusulkan agar status jalan tersebut diserahkan ke daerah agar gampang pengawasannya.

“Pihak DPRD juga dalam waktu dekat akan mengundang Dinas PUPR Pasangkayu dalam rapat kerja (Raker) ujar Nasaruddin.

Berdasarkan pernyataan pihak PT Passokorang saat ditemui di base camp, Senin, 3 Februari 2020, menjelaskan biaya perawatan jalan Trans Sulawesi ini senilai Rp9 miliar sepaket dengan pekerjaan di wilayah Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Sementara Kepala Proyek (Kapro) PT Passokorang wilayah Pasangkayu, Hidayat Rahmat saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan, pihaknya memulai proyek di batas Pasangkayu sesuai rencana awal.

“Namun karena permintaan pemda, terpaksa dalam kota Pasangkayu yang dikerjakan. Sebab, jalan yang memanjang dari Jembatan Baloli hingga perempatan jalan menuju Pasar Pasangkayu itu dianggap sudah cukup parah,” kata Hidayat.

Dirinya mengakui jika penyebab kerusakan aspal sepanjang Jalan Sukarno dalam ibukota Pasangkayu ini karena tidak adanya lubang ke drainase (kanal), sehingga air tertampung di badan jalan.

“Rusaknya aspal Jalan Sukarno disebabkan tidak adanya lubang ke drainase, sehingga air tertampung di badan jalan,” ujar Hidayat.

Pada kedua sisi Jalan Sukarno dalam kota Pasangkayu terdapat drainase yang juga tak luput sorotan yang dibangun sekira 10 tahun lalu dari dana pasca bencana.

Sesuai perencanaan, pengerjaan lanjutan berupa pengaspalan, sedianya akan dilakukan pada bulan Maret mendatang sambil menunggu info dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar.

“Tinggal menunggu info dari BBPJN XIII Makassar, mungkin bulan tiga (Maret). Sementara kita selesaikan pecingan (patching atau tambal) dan selanjutnya diaspal dua hingga tiga lapis,” sebut Hidayat.

Soal tumpukan material berupa tanah di sejumlah titik pinggir jalan, pihaknya juga sedang melakukan pembersihan.

“Kami sedang lakukan pembersihan material di badan jalan,” demikian Hidayat. (Arham/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya