Virus Corona Mewabah, Warga Tolak Rencana Karantina WNI Dari Wuhan RRC di Natuna

02 February 2020 20:57
Virus Corona Mewabah, Warga Tolak Rencana Karantina WNI Dari Wuhan RRC di Natuna
Aksi warga Natuna menolak rencana pemerintah pusat untuk melakukan proses karantina WNI dari Wuhan RRC, berlangsung di pintu gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepri. (Arif Yoga/Trans89.com)

NATUNA, TRANS89.COM – Unjuk rasa sekitar 400 orang warga Natuna menolak rencana pemerintah pusat untuk melakukan proses karantina Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan Republik Rakyat Cina (RRC), berlangsung di pintu gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (1/2/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, masyarakat Kabupaten Natuna menyatakan menolak dengan tegas Warga Negara Indonesia dari Wuhan di karantina di Kabupaten Natuna.

Massa diterima Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Laut Aris M didampingi Kepala Bagian Dukungan Operasional (Kabagdukops) Binda Kepri Kolonel Laut (E) Yanuar Adi Legowo, Pelaksanatugas (Plt) Direktur Fasilitas Penanganan korban dan Pengungsi, Dandim 0318/Natuna Letkol Czi Ferry Kriswardana, Kadisops Lanud Raden Sadjad Letkol POM Fanny Fhilips dan Ketua DPRD Natuna Andes Saputra.

Kapuspen Kogabwilhan I, Kolonel Laut Aris M mengatakan, penempatan WNI dari Wuhan China ke Natuna sudah melalui pertimbangan yang matang dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mengingat mereka juga merupakan saudara-saudara kita.

“WNI yang akan dievakuasi masih sehat dan belum dapat dipastikan terjangkit virus corona atau tidak. Untuk memastikannya, butuh waktu 14 hari di karantina. Walaupun misalnya ada yang terjangkit, pasti yang akan tertular duluan adalah TNI/Polri, bukan masyarakat, karena mereka yang akan melekat pada pasien,” kata Kolonel Aris. (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya