Target UKW, IWO Sumenep Gelar Safari Jurnalistik di UPN Veteran Yogjakarta

01 February 2020 01:41
Target UKW, IWO Sumenep Gelar Safari Jurnalistik di UPN Veteran Yogjakarta
Sekitar 10 wartawan antusias mengikuti safari jurnalistik 2020 yang dihelat IWO Kabupaten Sumenep di laboratorium PR Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip UPNVY, Jalan Tambak Bayan, Babarsari Kampus UPN 2 Yogyakarta. (Trisno Suryo/Trans89.com)
.

YOGYAKARTA, TRANS89.COM – Sekitar 10 wartawan antusias mengikuti safari jurnalistik 2020 yang dihelat Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep di laboratorium PR Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip UPNVY, Jalan Tambak Bayan, Babarsari Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 2 Yogyakarta, Kamis (30/1/2020).

“Agenda Pengurus Daerah IWO itu bertajuk profesional, berwawasan, beretika. Setelah itu, dilanjutkan dengan rencana agenda Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di kantor IWO Sumenep” ucap Ketua IWO Sumenep, Trisno Surya.

Untuk itu, ia meminta kepada anggota IWO khususnya Kabupaten Sumenep yang nantinya akan menjadi peserta UKW untuk disiplin dan terlibat aktif pada kegiatan safari jurnalistik yang di dalamnya terdapat pemaparan materi tentang ilmu-ilmu jurnalistik.

“Baik safari dan UKW sama pentingnya. Manfaatnya agenda ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya,” kata Bang Tris sapaan akrabnya.

Sementara kehadiran IWO Kabupaten Sumenep di UPN Veteran Yogjakarta disambut hangat Direktur UKW UPN Veteran Yogyakarta, Susilastuti DN didampingi Tim Penguji lainnya Agung Prabowo, Nurgianto dan Nizamul Akhyar ucapkan terimakasih dan apresiasi atas kedatangan IWO Kabupaten Sumenep ke UPN Veteran Yogyakarta.

Menurut Susi sapaan akrabnya mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dan verifikasi perusahaan media adalah sarana untuk mengukur terpenuhnya pers sehat dan bertanggungjawab di Indonesia.

“Citra profesi kita bisa tercoreng akibat ulah oknum yang tidak kompeten dalam menjalankan praktik ke wartawanan,” kata Direktur UKW UPN Veteran Yogyakarta ini.

Mengapa wartawan harus kompeten?, Susi menjelaskan, karena sesuai dengan peraturan Dewan Pers No.01/DP/II/2010, tertanggal 2 Februari, tentang keharusan wartawan memiliki Sertifikasi Kompentensi Wartawan (SKW).

“Mengacu kepada kesepakatan Palembang tanggal 9 Februari 2019 tentang perusahaan pers wajib mempekerjakan wartawan yang bersertifikasi SKW. Serta deklarasi Jambi Februari 2012 tentang diberlakukan kesepakatan Palembang,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Direktur UKW UPN Veteran Yogyakarta, Susilastuti, bahwa tingkat kompetensi wartawan itu ada tiga, yaitu Muda merupakan wartawan yang bertugas di lapangan, Madya adalah redaktur dan editor yang bertugas mengedit berita wartawan di lapangan serta Utama adalah redaktur pelaksana, Wapemred dan Pemred yang bertanggungjawab pada produk bagian redaksi,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Sulis, wartawan muda harus menjalani profesi tiga tahun untuk bisa ikut ujian Madya. Sedangkan wartawan Madya dapat mengikuti ujian Utama setelah memiliki sertifikat dua tahun.

“Akan tetapi Dewan Pers dapat memberikan sertifikat wartawan Utama kepada wartawan yang telah mengabdi dalam bidang jurnalistik minimal 25 tahun,” ungkapnya. (Trisno/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya