Faptekal Unjuk Rasa di Area PT IBP Dumai, Ini Tuntutannya

31 January 2020 03:24
Faptekal Unjuk Rasa di Area PT IBP Dumai, Ini Tuntutannya
Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (Faptekal) Kota Dumai, berlangsung di PT Inti Benua Perkasatama (IBP), Jalan Raya Lubuk Gaung, Kota Dumai, Riau. (Brian/Trans89.com)
.

DUMAI, TRANS89.COM – Unjuk rasa Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (Faptekal) Kota Dumai diikuti sekitar 60 orang peserta aksi dipimpin Ismunandar dan Solihin, berlangsung di PT Inti Benua Perkasatama (IBP), Jalan Raya Lubuk Gaung, Kota Dumai, Riau, Rabu (29/1/2020).

Massa aksi membawa poster bertuliskan, tegakkan peraturan daerah (Perda) 70%-30%, di Dumai cari jodoh mudah cari kerja susah, melanggar Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 cabut izin ooerasionalnya. Peraturan Walikota (Perwali) kami, kalian langgar, sama dengan kalian merendahkan harga diri masyarakat Kota Dumai. Perwali Nomor 37 tahun 2017 buat sapo wak, tak jelas. Keluarkan pekerja ilegal yang tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai. Paket fakta habis kita mabar di jalanan.

Tuntutan massa aksi, Ismunandar mendesak kepada pemerintah dan manjemen PT IBP serta seluruh perusahaan yang berdiri di Kecamatan Sungai Sembilan untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi dibidang industri migas dan non migas untuk putra putri Kota Dumai khusus Kecamatan Sungai Sembilan dan Kota Dumai pada umumnya.

“Kami mendesak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai untuk memeriksa data pekerja atau karyawan yang digunakan oleh pihak perusahaan PT INP dan PT Srikandi Intilestari (SI) agar bisa mengetahui berapa jumlah tenaga lokal Dumai khusus Kecamatan Sungai Sembilan dan tenaga kerja lokal Dumai pada umumnya,” tegas Ismunandar.

Ia menyebutkan, apabila terbukti perusahaan banyak menyerap tenaga kerja luar dalam arti kata tidak menyerap tenaga kerja asli lokal.

“Maka kami disini masyarakat Kota Dumai meminta kebijaksanaan pihak perusahaan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarasi (Dinakertrans) Kota Dumai untuk mencari cara agar anak Lokal tidak hanya jadi penonton di negeri sendiri,” sebuy Ismunandar.

Dirinya juga mendesak kepada pengawasan di Bidang Ketanagakerjaan Provinsi Riau untuk memeriksa pekerjaan yang dilakukan oleh PT SI sebagai penyedia jasa PT IBP.

“Kami menduag, sebagian besar pekerjaan yang dilakukan oleh PT SI banyak mengerjakan pekerjaan pokok untuk PT IBP, bukan sebagai mengerjakan pekerjaan penunjang,” desak Ismunandar. (Brian/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya