Prajurit Yonif 611/Awl Latihan Ilmu Medan Jelang Penugasan di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

30 January 2020 03:25
Prajurit Yonif 611/Awl Latihan Ilmu Medan Jelang Penugasan di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini
Jelang keberangkatan ke perbatasan IndonesiaPapua Nugini, prajurit Yonif 611/Awang Long (Awl) latihan ilmu medan, dilaksanakan sekitar kawasan Loa Janan, Jalan Soekarno-Hatta, Kutai Kartanegara, Kaltim. (Penrem 091 Aji Surya Natakesuma)
.

KUTAI KARTANEGARA, TRANS89.COM – Jelang keberangkatan ke perbatasan Indonesia-Papua Nugini, prajurit Yonif 611/Awang Long (Awl) latihan ilmu medan.

Prajurit Yonif 611/Awl melaksanakan latihan ilmu medan (navigasi darat) sebagai persiapan tugas operasi di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, dilaksanakan sekitar kawasan Loa Janan, Jalan Soekarno-Hatta, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (28/1/2020).

Ilmu medan yang diberikan pengetahuan orientasi peta, mengukur jarak, kedar, serta tanda di peta.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingat kembali pelajaran ilmu medan kepada seluruh Prajurit untuk menunjang pelaksanaan tugas operasi nantinya.

Pada prakteknya, seluruh prajurit melaksanakan orientasi peta, reseksi dan interseksi, lalu berpindah tempat menggunakan titik pangkal (TP) dan diakhiri berjalan menggunakan kompas pada waktu siang atau malam hari.

Danyonif 611/Awl, Mayor Inf Albert Frantesca menuturkan,tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk membekali prajurit Yonif 611/Awl agar paham tugas dan tanggung jawabnya tentang ilmu medan, serta mengenai dasar-dasar membaca peta dan menggunakan kompas.

“Saat ini operasi taktis dan kegiatan militer sedemikian kompleks, sehingga sangat penting bagi setiap Prajurit untuk dapat menggunakan kompas, membaca dan menafsirkan peta agar dapat bergerak cepat dan efektif di medan perang,” ucapnya Mayor Albert melalui siaran pers Penrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) diterima Redaksi, Rabu ( (29/1/2020).

Menurut dia, kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam melaksanakan tugas-tugas operasi pertempuran serta saat berada di perbatasan.

“Tidak hanya dalam medan pertempuran, hal ini juga berlaku untuk keperluan lain seperti menyusuri rawa, mendaki gunung dan lainnya, dimana ketepatan navigasi darat diperlukan,” tutur Mayor Albert.

Untuk diketahui, November 2020 mendatang prajurit Yonif 611/Awl akan dihadapkan pada tugas operasi perbatasan wilayah Indonesia-Papua Nugini.(Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya